RADAR JOGJA – National Paralympic Committee (NPC) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mengukir prestasi gemilang di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021. Mereka sukses finis di peringkat delapan dengan raihan 22 medali emas, 20 perak, dan 32 perunggu. Atas capaian tersebut, tentu saja bonus menanti bagi paralympian peraih medali.

Ketua Umum (Ketum) NPC DIJ Hariyanto berharap, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ dapat memberikan besaran yang sama dengan bonus atlet Pekan Olahraga Nasional (PON). Sebab, menurutnya paralympian DIJ juga sudah berjuang membawa nama daerah di tingkat nasional layaknya atlet yang berlaga di PON XX Papua lalu.

“Tapi sampai sekarang memang belum mendapat kepastian. Harapannya semoga saja bisa sama dengan PON bonusnya,” ujar Hariyanto Rabu (17/11).

Meski meraih kesuksesan di Peparnas, NPC DIJ tak ingin terlalu larut dalam euforia. Hariyanto mengatakan, pihaknya bakal langsung gerak cepat melakukan evaluasi. Sekaligus persiapan menuju Peparnas selanjutnya. “Tentunya mulai disiapkan untuk mempertahankan dan upaya meningkatkan prestasi lagi,” katanya.

Nah, evaluasi tersebut, lanjutnya, tidak hanya datang dari hasil cabang olahraga (cabor) di Peparnas lalu. Namun, bisa saja dari cabor lain yang belum diikuti NPC DIJ di Peparnas. “Kemarin ada 12 cabor yang dipertandingkan. Dari DIJ kan hanya ikut di delapan cabor. Peluang di cabor lain juga akan mulai kami maksimalkan nantinya,” paparnya.

Adapun delapan cabor yang diikuti DIJ adalah para atletik, para tenis lapangan kursi roda, para tenis meja, para angkat berat, para bulutangkis, para panahan, para catur, dan bocia. Sedangkan empat cabor lainnya judo buta, sepak bola cerebral palsy, para menembak, dan para renang, DIJ tidak ambil bagian.

Dari delapan cabor yang diikuti pada Peparnas Papua lalu, enam cabor sukses menyumbangkan medali emas. Sementara dua cabor yakni bocia dan para catur belum berhasil mendulang medali. “Di Peparnas sebelumnya, para catur bisa menyumbang medali emas tapi sekarang kurang beruntung,” bebernya.

Tapi sebaliknya, beberapa cabor yang sebelumnya tidak menyumbang medali, justru bisa meraih emas. “Jadi yang sekarang bisa dapat emas, akan kami pertahankan. Yang belum, kami akan dorong,” tambah dia.

Lebih lanjut, Hariyanto menuturkan ke depan pihaknya juga bersiap memaksimalkan potensi atlet di cabor-cabor yang belum diikuti di Peparnas. Dari empat cabor tersebut, para renang akan menjadi fokus utama NPC DIJ untuk dilakukan pembinaan secara maksimal.

“Pas Peparda DIJ 2019 kami sudah ada atletnya, tapi memang limit waktunya masih jauh dari Peparnas. Karena itu kami akan coba maksimalkan dan mencari paralympian baru,” pungkasnya. (ard/din)

Jogja Sport