RADAR JOGJA – Kejuaraan Antar Klub Kota Jogja (Kejurkot) basket 2021 kembali diputar. Kejuaraan ini akan digelar selama empat hari, mulai pagi ini sampai 7 November mendatang di GOR Kridosono. Ajang ini sekaligus jadi event perdana Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Jogja di masa pandemi Covid-19.

Kejurkot diikuti delapan klub seperti Utama, Semangat Sinar Surya, Tugu Muda, Spartan, Yuso, Union, Koreri, dan klub baru Got Game Basketball. Pertandingan dibagi menjadi lima kategori. Antara lain, 5×5 senior putra dengan minimal usia 23 tahun. Kemudian, 5×5 U-19 putra, 5×5 U-19 putri, 3×3 U-20 putra, dan 3×3 U-20 putri.

Ketua Umum Perbasi Kota Jogja Antony Regan mengatakan, Kejurkot ini diselenggarakan untuk menggairahkan kembali klub-klub basket di Kota Jogja. Mengingat selama pandemi merebak, sejumlah event terpaksa harus ditiadakan.

Event perdana selama pandemi, semoga dapat memacu klub-klub untuk giat latihan. Ini juga dalam rangka pembinaan cari bibit-bibit pemain potensial, apalagi terakhir Kejurkot itu pada 2018 lalu,” ujarnya saat konferensi pers Rabu sore (3/11).

Nah adanya Kejurkot, lanjut dia, bisa jadi tolok ukur latihan para atlet. Juga para pemain menjadi tahu bahwa ajang ini adalah pesta atau kompetisi terbesar antar klub se-Kota Jogja. Sehingga ke depan, diharapkan klub dapat konsisten dalam membina pemain.

Ketua kejuaraan Leonardo Niko Tirtono menuturkan, Kejurkot bakal dilaksanakan dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. Selain tanpa penonton umum, disediakan pula swab antigen bagi para peserta. Syarat lainnya, peserta setidaknya sudah menjalani vaksinasi dosis pertama.

“Selama kompetisi kami anjurkan seluruh peserta untuk mengurangi mobilitas. Misal dua klub yang bertanding terdapat tiga orang yang positif akan dibatalkan pertandingannya,” jelasnya.

Selain itu, apabila terdapat indikasi terjadinya klaster, Niko menegaskan pihaknya berkomitmen untuk membatalkan event tersebut. Sebab, menurutnya kesehatan adalah yang utama.

“Di masa pandemi Perbasi berani mengadakan event basket, dimana itu terhitung olahraga yang kontak fisiknya cukup tinggi. Karena kami berkaca pada beberapa event terlaksana secara global seperti Olimpiade Tokyo dan PON XX Papua,” paparnya. (ard/din)

Jogja Sport