RADAR JOGJA – Kontingen DIJ menargetkan bisa mempertahankan capaian Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XV-2016 di Bandung pada Peparnas XVI Papua 2021 mendatang. Peparnas XVI akan digelar di dua kota di Provinsi Papua. Yakni Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, pada 2-16 November. Pada 2016 silam, kontingen DIJ berhasil meraih 15 emas, 16 perak, dan 30 perunggu. DIJ masuk 10 besar.

Ketua Umum National Paralimpic Committee (NPC) DIJ Hariyanto menyebut, semua anggota kontingen akan berusaha sekuat tenaga mewujudkan target itu.”Kami akan berjuang maksimal untuk bisa meraih prestasi terbaik di Papua nanti,” tegasnya di acara pelepasan kontingen Peparnas DIJ di Bangsal Kepatihan, Selasa (26/10).

Kontingen DIJ akan diperkuat 87 atlet. Terdiri dari empat klasifikasi disabilitas. Yaitu disabilitas daksa 62 atlet, disabilitas tuna rungu wicara delapan atlet, disabilitas tuna grahita empat atlet, dan disabilitas netra 12 atlet.

Mereka akan berjuang di delapan cabang olahraga, yakni bulutangkis, tenis kursi roda, tenis meja, catur, bochia, angkat berat, panahan, dan atletik. Kontingen DIJ menurut rencana akan bertolak ke Papua pada 2 November dengan sebelumnya menjalani karantina terlebih dahulu selama sepekan mulai Rabu (27/10).

Wakil Gubernur DIJ Paku Alam X berpesan, atlet-atlet Peparnas DIJ tidak perlu takut kalah. Karena sejatinya mereka adalah yang terbaik dan memiliki potensi besar untuk meraih prestasi. “Seluruh atlet kontingen DIJ adalah putra-putri terbaik yang telah siap berkompetisi. Selalu jaga semangat dan rasa percaya diri tidak perlu takut kalah karena atlet kalian memiliki potensi yang besar untuk meraih prestasi,” pesannya.(ard/din)

Jogja Sport