RADAR JOGJA – PSS Sleman U-18 sudah memulai kiprahnya di MOLA Elite Pro Academy (EPA) 2021. Tergabung di grup B, Super Elang Jawa Muda sejauh ini mendapat hasil yang kurang memuaskan.

Dalam dua pertandingan menghadapi dibekuk Barito Putera U-18 anak-anak Sleman belum mampu meriah poin penuh. Mereka keok pada partai perdana dengan skor 1-2 (18/10). Kemudian hanya bermain imbang di laga kedua di lapangan Sabilulungan, Bandung, Selasa (19/10).

Pelatih PSS Sleman U-18 Anang Hadi mengatakan, anak asuhnya bermain kurang lepas. Anang menilai timnya tidak menjalankan instruksi seperti yanh diterapkan saat latihan. “Mereka belum bisa menemukan jalan keluar mendapat tekanan. Selain itu masih meraba-raba kekuatan lawan,” ujarnya kemarin.
Sementara pada pertandingan kedua, lanjutnya, ada sedikit perubahan taktikal. Dan, sukses dijalankan anak asuhnya. “Alhamdullllah di pertandingan kedua bisa mendapatkan poin,” katanya.

Nah, usai melakoni dua pertandingan tersebut, PSS U-18 kembali bertanding pada Senin (25/10), menghadapi Persija Jakarta U-18. Jeda waktu panjang ini dimanfaatkan untuk mengevaluasi sekaligus penerapan taktikal di lapangan. “Ya, karena masih ada beberapa pemain yang bingung,” bebernya.

Sehingga, untuk menambah pemahaman, tim pelatih mengadakan sesi kelas. Tujuannya agar taktikal yang disampaikan dapat diterapkan saat pertandingan. Selain itu, agar pemain tidak kebingungan ketika mendapatkan tekanan dari lawan.

Anang berharap di pertandingan nanti timnya dapat bermain maksimal. Baik sisi bermain, penerapan taktikal dan enjoy. “Semoga bisa meraih poin tiga,” harapnya.

Sementara itu, tim PSS Sleman U-16 sukses meraih kemenangan perdana di kompetisi MOLA EPA 2021. Mereka menang 1-0 atas Barito Putera di Stadion Lodaya, Bandung, Selasa (19/10). “Anak-anak bermain lebih percaya diri, tanpa beban dan lebih enjoy,” terang pelatih kepala PSS U-16 Lilik Winarno.
Sebelumnya di pertandingan perdana, PSS U-16 ditundukkan tim berjuluk Laskar Antasari itu dengan skor 0-1. Pada laga tersebut, Elang Muda U-16 mampu menguasai jalannya pertandingan namun belum bisa bermain lepas. “Akibatnya banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri sehingga terjadi gol,” papar Lilik.

Lilik berujar partai perdana menjadi kendala bagi timnya. Utamanya terkait beberapa aspek yang membuat tim besutannya tampil tidak lepas. “Adaptasi dari beberapa aspek; cuaca, lingkungan, lapangan dan pola hidup yang berbeda ketika di rumah dengan di luar rumah dalam waktu lama,” tandasnya. (ard/din)

Jogja Sport