RADAR JOGJA – Ratusan peserta mengikuti pelatihan kungfu dasar yang diadakan oleh Kosike Kera Sakti Indonesia dan Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) di Perum Japunan Residence, kemarin (17/10).

Pelatihan ini diikuti oleh 362 peserta dari 12 cabang di perguruan Kera Sakti Indonesia. Kungfu dasar ini dilatih langsung oleh Shifu Odi, guru AKTI yang bergabung di Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI).

Tujuannya untuk memberikan jalan prestasi bagi para peserta di Kosike. Tahun depan, para peserta yang dilatih akan mengikuti kejuaraan di AKTI. “Di AKTI nanti ikut pertarungan antar perguruan kungfu yang ada di seluruh Indonesia,” jelas Ketua Umum Kosike Kera Sakti Indonesia Agus Prastiyono.

Menurut Agus, materi yang diajarkan berupa materi dasar yang berasal dari buku bela diri ciptaan guru besar Niko S Maro dari Magelang. Sebab, secara basic dan histori, dia merupakan salah satu murid terbaik dari Karate Black Panther di era 1970.

Kemudian, buku tersebut diterjemahkan dan diaplikasikan menjadi bahasa Indonesia. Baik nama jurus maupun materi. Ada tangkisan, pukulan, dan tendangan. Sehingga bisa menjadi produk asli anak negeri Indonesia, khususnya di Kota Magelang. Sedangkan materi teknisnya berasal dari karate black panther dan kungfu tradisional. “Ke depan, Kosike akan belajar fight secara kick boxing dan mengikuti event muay thai serta tarung bebas,’’ tambah Agus. (cr1/din)

Jogja Sport