RADAR JOGJA – Noken jadi salah satu souvenir paling dicari selama gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Kerajinan tas tradisional Papua ini hampir bisa ditemui di semua venue pertandingan cabang olahraga (cabor).

Ya, noken menjadi barang jujugan kontingen di setiap stand penjualan souvenir PON. Total ada sekitar 25 ribu noken dijadikan souvenir resmi bagi atlet dan ofisial di multievent empat tahunan itu.

Salah seorang penjual Noken Yuliana mengatakan, penjualan noken laris manis. Tas khas Papua ini dijadikan buah tangan oleh kontingen dari berbagai daerah. “Banyak yang beli, ramai sekali,” kata Yuli saat ditemui Radar Jogja.

Meski sama-sama berbahan kulit kayu, tapi noken memiliki beberapa perbedaan. Tergantung dari suku mana yang membuatnya. “Bahan juga beda, karena di Papua banyak sukunya to,” ujarnya.

Nah, dari setiap suku besar terdapat suku-suku lagi di dalamnya. Sehingga setiap rajutan yang dihasilkan tentu akan berbeda. Selain itu, juga menyesuaikan tempat mereka tinggal. Misalnya saja di gunung, lembah, hingga pesisir. “Bikinnya satu sampai dua minggu baru jadi, kalau tidak ada kerjaan bisa dua atau tiga hari. Tapi kalau yang besar sekali bisa 4-5 bulan,” terangnya.

Untuk perawatan, Yuliana berujar tidak begitu sulit. Sebab, noken terbuat dari bahan alam yang tahan lama. Jika kotor, bisa dicuci dengan air biasa. Adapun satu tas noken dijual dengan harga berbeda. Tergantung ukuran dan bahannya. “Mulai dari Rp 100 ribu. Yang agak besar ada Rp 800 ribu. Yang lebih besar bisa lebar harganya sampai jutaan rupiah,” paparnya.

Bukan hanya noken, kopi, gantungan kunci, gelang dan cincin kayu, madu hitam, buah merah, sarang semut juga laku keras. Omzet penjualan selama PON pun meroket.

Selain souvenir, sejumlah objek wisata di klaster Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura juga ramai dikunjungi. Mereka menyempatkan waktu untuk sekadar melepas penat. Objek wisata itu di antaranya Bukit Tungku Wiri, Jembatan Merah Youtefa, dan Pantai Holtekamp, hingga Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang ada di kampung Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Salah satu atlet yang berkunjung ke beberapa obyek wisata tersebut adalah atlet renang artistik Nabilah Marwa Khairunnisa Umarella. Lala, sapaannya mengaku sangat senang berkesempatan mengunjungi tempat wisata di ujung timur Indonesia itu. “Saya ke Bukit Tungku Wiri, Jembatan Merah, dan Pantai Holtekamp,” papar Lala.

Bukit Tungku Wuri atau biasa disebut Bukit Teletubbies terletak di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura. Sementara Jembatan Merah Youtefa dan Pantai Holtekamp berada di Kota Jayapura. “Saya tipe orang yang lebih suka bepergian ke alam luas dan pas sekali saat saya berkunjung ke tempat-tempat itu. Rasanya pas untuk liburan setelah pertandingan,” ungkap Lala.

“Kebetulan juga pelatih saya yang nyetir selama kami di Papua. Jadi rasanya seperti road trip melewati bukit dan danau,” tambah dia. (ard/din)

Jogja Sport