RADAR JOGJA – Tim kempo Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) berhasil menyumbangkan dua medali perunggu di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Meski belum mampu mendulang medali emas, pencapaian ini jauh lebih baik ketimbang dua edisi PON sebelumnya.

Ya, pada PON XVIII Riau 2012 dan PON XIX Jawa Barat 2016 silam kempo DIJ tak satupun berhasil membawa pulang medali. Karena itu, hasil ini tentu sangat disyukuri pelatih kempo DIJ Agung Wibowo. Agung menyebut, dua perunggu dapat menghapus kekecewaan pada dua edisi PON sebelumnya. “PON tahun ini kami membuktikan bahwa kami bisa bangkit untuk bersaing lagi dengan daerah-daerah lain,” ujar Agung Kepada Radar Jogja kemarin.
Di PON XX, kempo diperkuat tiga atlet. Mereka turun di dua nomor, yaitu embu berpasangan putra dan randori kelas 70 kilogram (kg). Bertanding di GOR STT Gidi, Kabupaten Jayapura, perunggu dipersembahkan oleh Al Yogi Adi Purnama dan Andreas Tulus Pambudi. Sementara perunggu lainnya, diraih Kristowirawan Umbu Siliwolu Jurumana.

Agung berujar, pertandingan kempo di PON ini berjalan baik dan lancar. Perolehan medali merata, bahkan provinsi-provinsi luar Pulau Jawa mendominasi. “Semoga kempo DIJ menjadikan ajang ini sebagai momentum untuk berjaya kembali di selanjutnya,” tambah dia.

Yang pasti, Agung bangga dan mengapresiasi perjuangan anak asuhnya di Bumi Cenderawasih. Apalagi, usia kedua atlet terbilang cukup muda. Sedangkan daerah lain diperkuat atlet-atlet senior berpengalaman. Selain itu, ketiga kenshi DIJ itu adalah atlet debutan di PON XX. “Mereka debutan dan ini sesuai target kami karena di Kejurnas Pra-PON kami hanya lolos peringkat empat nasional. Dan ini bisa naik level,” katanya.

Agung menuturkan, raihan di PON ini membuka asa kembali kempo DIJ setelah gagal berturut-turut di PON sebelumnya. “Atlet-atlet muda ini, Insya Allah akan kami siapkan lanjut untuk meraih prestasi yang lebig tinggi di PON XXI Aceh-Sumut mendatang,” paparnya.

Sementara itu, Kristowirawan bersyukur dengan medali perunggu yang didapat. Meski sebetulnya ia menargetkan untuk meraih emas. “Ini PON pertama saya dan bahkan saya mendapat lawan yang sudah berlatih bahkan 15 tahun untuk emas. Dan ini akan memotivasi saya agar lebih lagi berlatih dan berlatih,” tegasnya. (ard/din)

Jogja Sport