RADAR JOGJA – Tambahan medali perak dipersembahakan tim pencak silat bagi kontingen DIJ di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Bertanding di GOR Toware, Kabupaten Jayapura, pesilat andalan DIJ Firdana Wahyu Putra takluk dari wakil Papua, Putra Hidayana, kemarin sore (12/10). Ia menyerah dengan skor 1-4 di kelas J putra.

Adapun medali perunggu di kelas ini diraih Jawa Timur dan Jawa Barat. Pada pertandingan kemarin, dari lima juri yang bertugas tercatat hanya juri keempat yang memberikan kemenangan bagi Firdhana dengan skor 21-17.

Sementara empat juri lainnya, memberi kemenangan bagi pesilat tuan rumah. Juri pertama memberi nilai 18-15, juri kedua 16-14, juri ketiga dengan 17-15 dan juri kelima 19-13.

Pelatih pencak silat DIJ Bambang Mujiono berujar apapun hasil yang didapat di laga kemarin adalah yang terbaik. Bahkan dia menyebut di pertandingan kemarin Firdhana layak menjadi juara. Yang jelas, Bambang sangat berterimakasih atas doa dan dukungan seluruh masyarakat DIJ bagi tim pencak silat di multievent empat tahunan itu.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat DIJ. Mohon maaf belum bisa memberikan hasil terbaik di PON tahun ini,” ujar Bambang usai pertandingan.

Meski gagal mempersembahkan medali emas, Firdhana tetap bersyukur. Sebab, hasil ini setingkat lebih baik ketimbang di PON Jawa Barat 2016 silam. “Di PON Jawa Barat saya dapat perunggu,” kata Firdana.

Yang pasti, pasca PON pesilat asal Bantul itu berjanji berlatih lebih keras agar keinginnanya mempersembahkan medali emas bagi DIJ di PON terwujud. Hasil ini sekaligus menjadi satu-satunya medali yang berhasil dibawa pulang tim pencak silat DIJ. (ard)

Jogja Sport