RADAR JOGJA – Pertarungan yang memperebutkan gengsi siapa yang terbaik di Tanah Mataram akan berlangsung petang nanti. Kendati berstatus sebagai tuan rumah PSIM Jogja diharuskan menjamu Persis Solo di Stadion Manahan yang terletak di Kota Solo.

Persis jelas ada di atas angin. Mereka tampil sedikit lebih baik dibandingkan PSIM di fase awal Liga 2 musim ini. Dari dua laga yang dijalani di Grup C, Miftahul Hamdi dan kolega menang sekali dan sekali meraih hasil imbang.

Sementara PSIM sampai saat ini masih belum bisa meraih kemenangan. Dari dua laga yang dijalani, Laskar Mataram – julukan PSIM Jogja – baru meraih satu kali hasil imbang. Sementara satu laga lain berakhir dengan kekalahan.

Selain itu, skuad Persis musim ini memang mengerikan. Tim asuhan Eko Purjianto diisi deretan pemain kelas tim nasional. Tak lupa, ada beberapa pemain naturalisasi di tubuh Laskar Sambernyawa – julukan Persis Solo – di musim ini.

Juru taktik PSIM Jogja, Seto Nurdiyantara menyebut Persis sebagai tim bertabur bintang yang solid. Namun, Seto mau anak asuhnya untuk tidak terlalu memperdulikan hal itu. “Saya ingin pemain bisa tampil lepas dan termotivasi, soal hasil kita tidak tahu, Solo juga pasti ingin menang. Harapannya jadi pertandingan yang menarik,” ujar Seto dalam sesi konferensi pers secara virtual, Senin (11/10).

Seto menegaskan pihaknya sudah melakukan evaluasi dari segala aspek pada tim asuhannya. Termasuk soal strategi, taktik, teknik. Juga yang tak kalah penting soal mental bertanding Aditya Putra Dewa dan kolega. “Kami sudah coba perbaiki, mudah-mudahan segera ada hasilnya,” tegas Seto.

Jelang laga melawan Persis, para pendukung PSIM Jogja banyak memberikan dukungan moril. Baik melalui media sosial, maupun secara langsung ke Mes PSIM yang terletak tak jauh dari Stadion Mandala Krida.

Winger PSIM, Nanda Nurrandi mengapresiasi hal itu. Menurut dia, dukungan yang diberikan suporter bisa memberikan motivasi tambahan kepada para pemain. “Kami bertekad untuk tampil maksimal dan berusaha untuk meraih hasil maksimal juga,” katanya.

Dukungan tak hanya dirasakan oleh PSIM Jogja. Para pendukung Persis Solo juga memberikan dukungan kepada para pemainnya. Mereka tentu tak mau Persis kalah dari PSIM. Apalagi laga tersebut akan berlangsung di Manahan.

Kiper Persis, Wahyu Tri Nugroho paham dengan keinginan suporter. Kiper yang sempat lama membela Persiba Bantul itu menyatakan para pemain Persis sudah paham apa yang harus dilakukan. “Kami tidak akan meremehkan PSIM, ini Derby, kami tahu apa yang harus kami lakukan,” tandas Wahyu.

Dua pertemuan terakhir PSIM kontra Persis terjadi di Liga 2 2019 lalu. Kala itu Laskar Mataram harus keok dua kali dari Persis. Baik itu di kandang maupun tandang.

Pelatih Persis, Eko Purjianto menyebut dua hasil tersebut memberikan timnya motivasi tambahan. Agar Persis bisa memperpanjang tren positif saat jumpa sang rival. “Tentu itu jadi motivasi tersendiri bagi kami, bukan malah jadi beban.” tandasnya. (kur/laz)

Jogja Sport