RADAR JOGJA – PSIM Jogja akan menjalani laga krusial melawan Persis Solo dalam lanjutan Liga 2 musim ini. Laga berlabel Derby Mataram itu akan dilangsungkan di Stadion Manahan Solo Selasa petang (12/10).

Menghadapi laga itu, PSIM tak bisa diperkuat Yudha Alkanza. Gelandang muda satu itu harus absen lantaran menerima kartu merah langsung saat Laskar Mataram – julukan PSIM Jogja – bermain imbang 1-1 melawan Hizbul Wathan FC beberapa waktu lalu.

Pelatih Seto Nurdiyantara sudah menyiapkan beberapa pengganti. Satu pemain yang kemungkinan besar akan disiapkan untuk mengisi pos yang ditinggalkan Yudha adalah Ilham Irhaz. Kebetulan, gelandang 29 tahun itu pernah juga memperkuat Persis.

Persis musim ini adalah tim yang bertabur bintang. Bahkan di tim asuhan Eko Purjianto terdapat beberapa pemain naturalisasi. Sebut saja Beto Goncalves dan Fabiano Beltrame. “Solo memang sangat solid, tapi kami akan tampil maksimal,” ujar Seto, Minggu (10/10).

Lebih lanjut, Seto menyatakan kompetisi di tahun ini bahkan di tahun lalu memang berbeda. Dalam arti kompetisi harus digelar di era Pandemi Covid-19. Banyak tim termasuk PSIM harus melakukan berbagai adaptasi.

Bahkan juga soal target, Seto menyatakan Laskar Mataram tentu sama dengan tim lain. Ingin segera promosi ke Liga 1. Namun, pelatih asal Kalasan itu menyatakan tim asuhannya masih dalam proses untuk itu. “Kami proses dulu, kita lihat perkembangan situasi kondisi lihat ke depan bagaimana, semua tim ya pengen lolos, tapi kami coba realistis dengan segala situasi dan kondisi masih sulit,” tandasnya.

PSIM sendiri saat ini ada di posisi lima klasemen sementara Grup C. Mereka baru mengumpulkan satu poin dari dua pertandingan. Tertinggal lima poin dari PSCS Cilacap yang memuncaki klasemen sementara
Laga melawan Persis ini bisa jadi titik balik bagi PSIM. Jika menang, atau sekedar bermain imbang saja, motivasi pasukan Seto Nurdiyantara pasti akan ikut naik. Jika kalah, PSIM butuh kerja super keras jika benar-benar ingin lolos ke fase selanjutnya pada Liga 2 musim ini.

Sebab, hanya dua tim teratas dari setiap grup yang bisa bermain di babak delapan besar. Juga menjaga asa untuk bisa promosi ke Liga 1 musim depan. (kur/laz)

Jogja Sport