RADAR JOGJA – PSIM Jogja akan menghadapi kekuatan Persis Solo dalam laga Derby Mataram pada Kamis, 12 Oktober mendatang. Laga itu jadi laga spesial, terutama bagi para pendukung kedua tim.

Namun, bagi pemain laga itu juga tak kalah spesial. Salah satunya bagi penyerang senior Hapidin. Diketahui, penyerang yang kini memperkuat Laskar Mataram – julukan PSIM Jogja – itu pernah memperkuat Persis.
Hapidin memperkuat Laskar Sambernyawa – julukan Persis Solo – pada media 2019 hingga 2021. Pemain asal Jawa Barat itu sempat jadi salah satu andalan utama di lini depan Persis kala itu.

Hapidin pun mengakui sangat menantikan laga melawan Persis. Namun, sebelum menatap laga itu, Hapidin bertekad akan melakukan persiapan secara maksimal. “Pertandingan itu pati banyak yang menanti, jika saya dipercaya pelatih saya akan benar-benar fokus dan konsentrasi untuk lebih bekerja keras demi tim,” kata Hapidin.

Ya, kerja keras dan konsentrasi memang sangat diperlukan Hapidin. Apalagi beberapa pemain Persis sangat mengenal karakter permainannya di lini depan. “Yang saya hadapi ini adalah tim yang pernah saya bela,” tandasnya.
Hapidin dua musim berseragam Persis Solo, yakni di Liga 2 2019 dan 2020. Sayangnya musim ini dia harus mencari pelabuhan baru. Akhirnya rezekinya menuju ke PSIM Jogja.

Hapidin siap memberikan yang terbaik di lapangan, andaikata diberi kesempatan untuk bermain.

Hapidin siap profesional bersama klub barunya, dia optimistis Laskar Mataram (julukan PSIM) bisa meraih poin dalam derby Mataram episode perdana musim ini nanti.”Tetep harus profesional, malah jadi tantangan besar ini kalau ketemu Solo lagi,” ujarnya.

Dia sadar komposisi skuad Persis berubah total. Hal ini lantaran hanya tersisa dua pemain dari komposisi musim lalu yang masih bertahan. Manajemen baru Persis memutuskan merombak total skuad Laskar Sambernyawa dengan mendatangkan banyak bintang eks Liga 1.

“Semua orang sudah pada tahu (soal komposisi Persis musim ini). Persis sekarang memang benar-benar seperti los galacticos-nya Liga 2. Rata-rata pemain bintang semua,” ujar eks top skor Liga 3 tersebut.

Hapidin mengakui grup C benar-benar terdiri dari klub besar yang tak mudah untuk dikalahkan. Hapidin mengakui tak hanya lawan Persis yang dirasa cukup berat untuk dilawan. Seperti diketahui, grup C juga terdiri dari Persijap Jepara, PSCS Cilacap, PSG Pati dan Hizbul Wathan FC. “Ini seperti grup neraka,” ujarnya.

Media Officer PSIM Jogja Ditya Fajar Rishizkia mengatakan saat ini tim sedang mengagendakan sesi outbond di salah satu lokasi DIJ. Tim pelatih menurut Ditya memilih sesi outbond selain latihan teknis biasa di lapangan. “Tim pelatih memilih outbond dan sedang diagendakan saat ini. Pelatih mempertimbangkan perlunya membangun chemistry secara lebih mendalam,” ungkapnya.

PSIM tidak akan bisa diperkuat oleh salah satu pemainnya yakni Yudha Alkanza saat jumpa Persis nanti. Gelandang muda itu terkena kartu merah langsung saat PSIM jumpa Hizbul Wathan FC beberapa waktu lalu sehingga ia harus absen.(jpg/nik/kur/din)

Jogja Sport