RADAR JOGJA – Satu keping medali emas lagi dipastikan bakal menjadi milik Kontingen Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Kali ini lewat cabang olahraga (cabor) catur yang diwakili pecatur andalan DIJ Muhammad Kahfi.

Sejatinya atlet asal Sleman itu masih menyisakan satu pertandingan lagi melawan MN Octo Dami asal Bali. Namun, perolehan nilai yang diraih Kahfi tak lagi mungkin terkejar oleh pesaing-pesaingnya.

Dari total 9 babak yang dipertandingkan, Kahfi untuk sementara mengumpulkan total nilai 6,5. Poin tersebut didapat setelah meraih tiga kemenangan dan sekali remis di hari pertama di Swissbel In Merauke, Rabu (6/10). Dia menumbangkan MN M Miftahurrahman, MN Nurdin Simanjuntak, MI Yoseph Theolifus Taher, dan bermain remis dengan MF Arif Abdul Hafiz.
Kemudian, dua kali menang dan dua kali remis di hari kedua Kamis (7/10).

Kemenangan tersebut diraih saat menghadapi MN Muhammad Johan dan MN Ruby Tarmono. Sementara dua hasil remis didapat saat bersua MN Tirto dan Ishak Rianjar.

Ketua Kontingen DIJ di Merauke Nolik Maryono mengatakan, secara matematis nilai Kahfi tak mungkin terkejar. Meski begitu, pihaknya tetap meminta Kahfi untuk fokus. “Supaya bisa semakin dipastikan posisinya sebagai juara dan meraih medali emas,” pesannya.

Pelatih catur DIJ Bima Triardi berujar hasil yang diraih anak asuhnya betul-betul membanggakan. Setelah pada 5 Oktober lalu berhasil menyabet medali perunggu di nomor catur kilat. “Dengan keberhasilan memastikan satu medali emas di nomor catur cepat langkah Kahfi di pertandingan nomor terakhir yakni catur klasik semakin ringan,” katanya.

Itu karena target satu medali emas sudah terwujud dan bahkan sudah melampaui target. Target sejak awal kami bidik adalah di catur klasik atau standart. Tapi ternyata Kahfi mampu tampil konsisten sejak main di catur kilat dan cepat dengan merebut satu emas dan satu perunggu.

Minimal, lanjut Bima, timnya sudah nyicil ayem karena target terpenuhi. Yang pasti, dia menegaskan, hari ini tim catur akan berusaha maksimal meraih medali emas di nomor catur klasik. “Mohon doanya semoga bisa terwujud,” tambah Bima. (ard/din)

Jogja Sport