RADAR JOGJA – Imbang. Itu hasil yang didapat PSS Sleman di laga kemarin sore menghadapi Persik Kediri di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung (3/10). Lagi dan lagi tim besutan Dejan Antonic itu gagal meraih poin penuh. Laga pekan keenam itu berakhir dengan skor kacamata. Alias 0-0.

Tambahan satu poin tidak membuat kedua tim beranjak dari papan bawah klasemen sementara BRI Liga 1 2021/2022. Super Elang Jawa -julukan PSS- menempati posisi 14 dengan lima angka. Sedangkan Persik berada satu tangga di bawah PSS dengan poin yang sama.

Bermain di bawah tekanan wajib menang, Super Elja langsung tancap gas untuk mencuri gol terlebih dulu. Mereka bahkan beberapa kali menebar ancaman lewat skema counter attack. Hanya peluang yang dihasilkan gagal dikonversikan menjadi gol. Begitu pun kubu Persik. Klub berjuluk Macam Putih itu cukup kesulitan menembus pertahanan PSS. Babak pertama berakhir dengan skor 0-0.
Memasuki paro kedua, situasi tak banyak berubah. kedua tim bermain dengan tempo lambat. Sejumlah peluang juga terbuang percuma. Skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang ditiupkan.

Dejan Antonic mengaku pertandingan kemarin sangat sulit bagi timnya. Itu tak lepas dari situasi ‘panas’ yang terjadi beberapa hari belakangan ini. Bahkan, dia menyebut Bagus Nirwanto cs tampil dengan memikul beban berat. “Ya, saya lihat banyak beban untuk PSS dan Persik karena dua tim tidak mau kalah. Saya pikir kami ada lebih kesempatan untuk masuk gol,” ujar Dejan dalam konferensi pers virtual semalam.

Pelatih asal Serbia itu menyayangkan sejumlah peluang yang gagal dimaksimalkan oleh timnya. Terutama di babak pertama. Namun, dia cukup memaklumi lantaran PSS memang tidak tampil full team. “Sekali lagi kondisi tim hari ini, banyak pemain tidak bisa turun karena cedera,” katanya.

Meski hanya meraih satu poin, Dejan sangat mengapresiasi perjuangan anak asuhnya di lapangan. Ia menyebut timnya sudah bekerja keras dan memberikan seluruh kemampuan di laga kemarin. “Semua kerja maksimum dari dua game terakhir kami kehilangan enam poin dan hari ini dapat satu poin. Kita harus lihat bagaimana bisa keluar dari situasi yang ini dan perbaiki di series kedua di Jawa Tengah,” tandasnya.

Sementara itu, penyerang asing PSS Sleman Nemanja Kojic kecewa atas hasil yang didapat. Apalagi menurutnya banyak peluang yang gagal dimanfaatkan timnya. “Kami ada kesempatan untuk cetak gol tapi dapat hasil seri. Ya tapi kami harus fokus dan disiplin perbaiki untuk laga selanjutnya,” papar Kojic. (ard/din)

Jogja Sport