RADAR JOGJA – Manajemen klub Liga 3 DIJ Mataram Utama FC (MUFC) menunjukkan keseriusannya dalam mengelola klub. Kamis (30/9) mereka secara resmi mendaftarkan elemen tim menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan Jogjakarta. Itu sebagai upaya memberi jaminan perlindungan kepada pemain, pelatih, dan ofisial tim dalam mengarungi kompetisi Liga 3 yang rencananya diputar 7 November mendatang.

Direktur MUFC Janu Riyanto mengatakan, pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan mengampu perlindungan atlet dirasa sangat tepat bagi klub sepak bola. Utamanya untuk mengkaver hal-hal penting perihal jaminan kecelakaan kerja dan kematian. Pihaknya pun berharap para penggawa MUFC dapat benar-benar terlindungi dan bisa bermain dengan nyaman. Terlebih, menurutnya pemain adalah aset berharga dalam sebuah klub.

“Setahu saya baru MUFC yang memasukkan pemain dan ofisial jadi anggota BPJS. Semoga Asprov PSSI DIJ menghimbau klub lain dan langkah kami bisa diikuti klub lain,” ujar Janu.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jogjakarta Asri Basir menyampaikan apresiasi kepada MUFC yang concern terhadap jaminan perlindungan pemain. Asri berujar BPJS Ketenagakerjaan sangat penting untuk memastikan penanganan terbaik pemain ketika mengalami kecelakaan kerja. “Dimulai oleh Mataram Utama FC dan semoga menginspirasi klub-klub lain di seluruh DIJ,” paparnya.

Asri menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan jaminan kecelakaan kerja atlet saat bertanding maupun berlatih. Selain itu, jika harus ditangani di rumah sakit, berapa pun nominalnya akan menjadi tanggung jawab BPJS Ketenagakerjaan.

“Tapi dengan catatan rumah sakit tersebut sudah bekerjasama dengan kami. Berapa rupiah yang akan dikaver jawabannya adalah unlimited. Jadi jangan khawatir saat mengalami kecelakaan kerja entah cedera atau apa,” tandasnya.

Direktur Kompetisi Asprov PSSI DIJ Ediyanto senang dengan langkah positif yang dilakukan salah satu anggotanya. Asprov PSSI DIJ berharap, ke depan MUFC bisa menjadi contoh dan diikuti klub-klub lain di DIJ.

“Kami sangat mengapresiasi langkah baik Mataram Utama FC yang dengan serius memberikan jaminan perlindungan pada pemain, pelatih dan ofisialnya. Dengan begitu klub sangat terbantu dan pemain tentu merasa lebih aman,” katanya. (ard/din)

Jogja Sport