RADAR JOGJA – Pundi-pundi medali kontingen DIJ di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 terus bertambah. Kali ini lewat cabang olahraga (cabor) wushu. Bertanding di GOR Hiad Sai Merauke, Papua, medali perak dipersembahkan Zefanya Adelia Sidharta di nomor taiji atau tangan kosong.

Hasil itu didapat setelah Zefanya tampil apik dengan mengumpulkan nilai 19,25. Sedangkan medali emas diraih Alisya Mellynar asal Jawa Timur dan perunggu oleh Ilsa Valentina dari DKI Jakarta.

Sayang, di nomor yang sama Kamilia Lituhayu gagal meraih medali. Sementara itu satu atlet DIJ lainnya, Marcheline Angela Christy yang turun di nomor jurus jian shu atau pedang, masih akan bertanding hari ini. Adapun hasil nilai kemarin akan diakumulasikan dengan bermain di jurus qiang shu/tombak hari ini.

Ketua kontingen DIJ di Merauke Nolik Maryono bersyukur atas raihan tim wushu. Apalagi ini adalah medali pertama yang diraih klaster Merauke. Alias pecah telur. “Alhamdulillah kami sampaikan puji syukur dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Jogjakarta tim wushu DIJ bisa mempersembahkan medali perak,” kata Nolik kemarin (30/9).

Dari cabor lainnya, dua atlet panahan DIJ sukses melaju ke perebutan medali perunggu nomor individu recurve putra/putri. Mereka adalah duo kakak beradik, Titik Kusumawardani dan Hendra Purnama.

Raihan tersebut didapat Titik setelah di semifinal kalah dari Reza Octavia asal Papua dengan skor 7-3. Di peringkat ketiga ia akan melawan Linda Lestari dari Kalimantan Tengah. Sedangkan Hendra harus mengakui keunggulan Alviyanto Bagas Prastyadi di semifinal dan akan bersua Muhammad Rizqi asal DKI Jakarta. Adapun laga perebutan juara ketiga akan digelar 4 Oktober mendatang.

Soal hasil itu, Pelatih Panahan DIJ Subarno merasa sangat bersyukur. Sebab, raihan tersebut sudah jauh lebih bagus ketimbang PON Jawa Barat 2016 silam. “PON 2016 kami individu recurve hanya masuk final perunggu di putra dan putri tidak masuk. Jadi semoga keduanya bisa dapat medali di perebutan perunggu nanti,” ujarnya.

Meski diakui sebetulnya target awal di nomor individu recurve yakni bisa menembus final. Itu tak lepas dari hasil yang didapat pada babak kualifikasi. Di mana keduanya sukses menempati peringkat 2 dan 5. “Tapi hasil hari ini (kemarin, Red) kondisinya sangat berbeda dan agak panas juga. Ya, harapannya di divisi compound perorangan putra dan putri, kami bisa masuk final medali emas,”  papar Subarno.

Kemarin dari Klemen Tinal Roller Sport Stadium, Jayapura, juga tersaji pertandingan cabor sepatu roda. Sayang, ketiga wakil DIJ; Aradhana Wikanestri, Aurellia Nariswari, dan Chalila Adinawati gagal meraih medali. Mereka yang turun di nomor beregu relay 3 kilometer itu hanya finish di posisi keempat. Nah, hari ini tim sepatu roda akan kembali berjuang menambah perbendaharaan medali lewat Aurel di nomor marathon 42 kilometer.

Di sisi lain, atlet panjat tebing DIJ Rahmayuna Fadillah yang sedianya menjalani partai final nomor speed world record (wr) putri batal bertanding. Pelatih panjat tebing Sultoni Sulaiman berujar, final speed wr harus ditunda lantaran cuaca yang tidak mendukung. Rencananya pertandingan final speed wr dijadwalkan dimulai pagi ini.

Sebagai informasi, hingga kemarin Kota Gudeg menempati posisi 13 klasemen sementara PON XX Papua. Mengemas empat medali dengan dua perak dan dua perunggu. (ard/laz)

Jogja Sport