RADAR JOGJA – Cabang olahraga (cabor) sepatu roda berhasil menyumbangkan medali pertama untuk DIJ di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Bertanding di Venue Klemen Tinal Roller Sport, Kota Jayapura, Senin (27/9) dua medali dipersembahkan oleh Hilmanafika Sagarmatha dan Aurellia Nariswari Putri Sigit.

Hilmanafika sukses meraih perunggu di nomor Individual Time Trial (ITT) 400 meter putra. Hilman berhasil mencatatkan waktu 32.346 detik. Di bawah Jeremia Wihardja dari Papua dengan capaian 31.475 detik di posisi pertama dan Nafi’dhiya asal DKI Jakarta di peringkat kedua dengan catatan 31.644 detik.

Sedangkan Aurel menyabet perak di nomor elimination 15.000 meter putri. Aurel berhasil mencatatakan waktu 30 menit 17,353 detik. Di nomor ini emas diraih atlet asal DKI Jakarta Alifia MN dengan 30 menit 15,065 detik. Perunggu didapat Salma Falya (Jawa Barat) dengan catatan 30 menit 19,599 detik.

Seusai perlombaan, Hilman mengaku bangga dan bersyukur bisa menyumbangkan medali untuk tanah kelahirannya. Dia berujar prestasi itu tak lepas dari dukungan seluruh masyarakat Jogjakarta. “Alhamdulillah dapat medali pertama. Tadi sempat terkendala karena paha belakang agak sakit, tapi bisa teratasi,” ujarnya kemarin.

Hal senada disampaikan Pelatih Sepatu Roda DIJ Sugeng Lasono. Ia sangat bangga atas pencapaian Hilman. “Semoga ini bisa menjadi pembuka prestasi cabor-cabor lainnya dari DIJ,” ucapnya. Adapun tim sepatu roda akan bertanding sampai 3 Oktober mendatang.

Sementara dari cabor polo air yang tampil di laga terakhir melawan tuan rumah Papua, juga mendapat hasil positif. Tim besutan Ardi Lazurdi itu akhirnya meraih kemenangan perdana di PON XX. Mereka mengandaskan Papua dengan skor 14-10. Laga kemarin sekaligus jadi penutup kiprah tim polo air putri di multievent empat tahunan itu. “Permainan berubah dengan tambahan pemain susulan yang datang dari Jogja. Kami jadi bermain lebih terbuka dan berani untuk menyerang,” ungkapnya.

Meski gagal meraih medali, Ardi sangat mengapresiasi kinerja pasukannya. Mengingat polo air putri tidak datang dengan kekuatan penuh. Semestinya mereka berkekuatan 13 atlet, namun empat di antaranya gagal berangkat karena positif Covid-19. Kondisi itu membuat tim polo air tampil pincang saat berhadapan dengan dua lawan kuat DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Beruntung di puncak laga, dua pemain bisa menyusul ke Bumi Cenderawasih. “Di game kemarin tim tidak takut kehabisan tenaga. Setidaknya kami bisa melakukan banyak perputaran pemain pengganti dengan bertambah dua orang ini,” katanya. Selain dua cabor itu, beberapa cabor seperti gantole, terbang layang, panjat tebing juga sudah memulai perlombaan. (ard/laz)

Jogja Sport