RADAR JOGJA – PSS Sleman harus mengakui keunggulan Madura United (MU) dalam lanjutan BRI Liga 1 2021/2022. Berlaga di Stadion Madya, Senayan kemarin sore (25/9), PSS kalah dengan skor tipis 0-1. Ini menjadi kekalahan kedua yang diderita Super Elang Jawa -julukan PSS.

Alih-alih ingin melanjutkan tren kemenangan, PSS justru keok. Pada pertandingan kemarin, mereka juga tidak tampil maksimal. Terutama pada babak kedua.

Sejak babak pertama kedua tim langsung berinisiatif menyerang untuk mencuri gol cepat. Gelandang MU David Laly dan winger PSS Irfan Jaya sama-sama mengancam pertahanan lawan. Namun lini belakang kedua tim juga solid. Sehingga beberapa kali peluang hanya terbuang percuma. Babak pertama berakhir sama kuat 0-0.

Memasuki paro kedua PSS mencoba mencetak gol. Kedua tim pun terlihat tampil ngotot dan berambisi membuka keunggulan. Hasilnya tim asal Pulau Garam itu sukses mencuri gol melalui sepakan luar kotak penalti Jaimerson Xavier pada menit ke-59. Tendangan keras mendatar bek asal Brasil itu sempat membentur Samsul Arifin dan membuat arah bola berbelok ke gawang Ega Rizky.

Pelatih PSS Dejan Antonic sangat kecewa atas kekalahan tersebut. Bukan hanya karena hasil minor, namun juga karena permainan Bagus Nirwanto cs di babak kedua dinilai sangat buruk. “Kami drop banyak di babak kedua. Saya masih bingung kenapa seperti itu. Kami coba berubah masuk berapa pemain tapi tidak ada hasil,” ujar Dejan usai laga kemarin.

Eks pelatih Persib Bandung itu juga menyoroti stamina beberapa pemain yang turun di laga kemarin sore. Terutama pada paro kedua. Ya, faktor cuaca ketika bermain sore hari cukup menjadi kendala kedua kesebelasan. “Cuaca panas sekali buat kita dan Madura. Saya lihat ada tiga pemain menit 60 sudah mulai kram dan harus ganti dua pemain. Kita ganti bukan karena kita mau tapi itu harus karena faktor stamina dan cuaca,” katanya.

Yang pasti, kekalahan ini tentu menjadi cambukan bagi Super Elja. Dejan berujar, banyak pekerjaan rumah alias PR yang harus dibenahi timnya sebelum bertemu Persebaya Surabaya (29/9). “Kami kecewa tapi tidak ada lagi waktu untuk sedih. Sekarang kita harus cepat perbaiki semua agar dapat hasil bagus lawan Persebaya,” tandas pelatih 52 tahun itu.

Kekecewaan juga dirasakan pemain muda PSS Hokky Caraka. Hokky menyebut, PSS sudah berjuang dan tampil maksimal di lapangan. Namun, hasil akhir tidak berpihak kepada timnya. “Tapi hasil sangat mengecewakan. Kami harus cepat berbenah untuk hadapi laga berikutnya,” paparnya. Selain itu, Pemain 17 tahun itu berterimakasih kepada Dejan karena sudah diberi kesempatan bermain di laga kemarin.

Hasil ini membuat Laskar Sembada -julukan lain PSS- turun ke posisi 11 dengan raihan empat poin dari empat laga yang dilakoni. Sedangkan, MU naik ke peringkat sembilan dengan koleksi lima angka. (ard/bah)

Jogja Sport