RADAR JOGJA – Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) KPH Purbodiningrat melepas tim pencak silat DIJ untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX 2021. Tim pencak silat DIJ berkekuatan 17 personel. Mereka terdiri dari 11 atlet, empat pelatih, dan dua wasit.

Ke-11 atlet akan bertanding di beberapa nomor. Enam atlet putra turun di kategori G dan J, serta seni tunggal putra dan beregu. Sedangkan lima atlet putri akan bertanding di kategori kelas B, C, D, dan F, serta seni tunggal putri.

Untuk memotivasi atlet, IPSI DIJ akan memberi apresiasi kepada atlet berprestasi. Dengan rincian bagi peraih medali emas mendapatkan Rp 5 juta. Kemudian perak Rp 2,5 juta dan perunggu Rp 1 juta.

Pada PON tahun ini KPH Purbodiningrat optimistis atlet-atlet pencak silat DIJ berjaya di Bumi Cenderawasih. Itu tak lepas dari pencapaian di edisi PON sebelumnya. Ya, pada PON ke-19 Jawa Barat 2016 silam pencak silat DIJ berhasil meraih satu emas dan satu perunggu. “Target memperbaiki perolehan medali dari PON di Jabar dan di semua kategori kami punya peluang mendapat medali,” ujarnya dalam acara pelepasan atlet baru-baru ini.

Sementara itu, pelatih IPSI DIJ Bambang Mujiyono menyatakan, persiapan timnya berjalan cukup baik. Tim terus digeber latihan intensif, pagi dan sore. Meski tak dipungkiri, saat pandemi Covid-19 intensitas latihan sempat menurun.

“Proses dari awal kami komitmen latihan, yang rest hanya Sabtu dan Minggu. Pandemi memang sedikit kami turunkan untuk jaga stabilitas saja tapi nggak sampai sebulan kami kumpulkan untuk latihan bersama,” jelasnya.

Lantas, daerah mana saja yang menjadi pesaing terberat DIJ? “Persaingan sekarang relatif sudah merata kalau dulu dominan di daerah tertentu,” kata Bambang. Artinya, saat ini tidak ada satu kelas yang didominasi satu daerah tertentu. Yang pasti, Bambang menegaskan timnya siap berjuang dan meraih prestasi lebih baik ketimbang PON Jabar 2006. (ard/din)

Jogja Sport