RADAR JOGJA – Di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, panjat tebing Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) diperkuat tiga atlet. Ketiganya yaitu, Sukma Lintang, Dyah Puspitaningtyas, dan Rahmayuna Fadila. Membawa pulang medali PON menjadi target tim besutan Sultoni Sulaiman dan Fitri Fee itu.

Tim panjat tebing sudah menjalani karantina di Hotel UNY sejak 16 September sampai hari ini. Kemudian besok tim dijadwalkan berangkat ke Bumi Cenderawasih.
Cabang olahraga (cabor) panjat tebing akan bertanding pada 27 September-8 Oktober 2021 di Arena Panjat Tebing SP 2 Mimika, Papua.

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) DIJ Setiya dalam acara pelepasan dan doa bersama, Rabu malam (15/9) menyampaikan amanat dan harapan lebih dari tiga juta warga Jogjakarta agar tim panjat tebing DIJ berjaya dan meraih prestasi terbaik. Demikian pula harapan Pemprov DIJ, KONI DIJ, Pengda serta Pengcab. “Hal itu tidak perlu dipandang sebagai beban yang memberatkan. Tapi justru sebagai tambahan energi dan motivasi untuk meraih prestasi terbaik,” pesannya.

Setiya mengatakan, cara terbaik untuk mewujudkan harapan warga Jogjakarta di PON adalah dengan menjadikan itu sebagai panggung terbaik bagi masing-masing atlet. Menurutnya, kesempatan emas yakni, mewujudkan segala ambisi pribadi. “Tidak usah lagi peduli kanan kiri. Fokus lakukan yang terbaik. Insyaallah akan menorehkan prestasi dan merebut medali,” tandasnya.

Pelatih panjat tebing DIJ Sultoni Sulaiman menyatakan timnya siap bertanding dan memberikan prestasi terbaik di Papua nanti. Secara keseluruhan, progres latihan beberapa bulan ini menunjukkan perkembangan oke. “Kami siap berjuang maksimal. Yang pasti semoga bisa membawa pulang medali ke Jogja,” ujar Sultoni kepada Radar Jogja.

Di sisi lain, selama karantina para atlet tetap melakoni latihan seperti biasa sampai menjelang keberangkatan. “Ya, kami masih latihan sesuai dengan program di Kompleks Stadion Mandala Krida,” pungkasnya. (ard/din)

Jogja Sport