RADAR JOGJA – Tiga poin perdana yang didapat PSS Sleman saat menundukkan Arema FC 2-1 pada pekan ke-3 BRI Liga 1 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor (19/9), tak lepas dari penampilan gemilang dua penggawa asingnya, Mario Maslac dan Eduardo “Juninho” Barbosa. Ya, mereka menjadi aktor kebangkitan tim berjuluk Super Elang Jawa itu.

Gol PSS tercipta melalui sundulan Maslac pada menit ke-45+3. Gol melecut semangat Super Elja setelah tertinggal terlebih dulu. Sedangkan gol kedua dicetak Juninho di menit ke-80. Itu menjadi gol debut Juninho bersama PSS. Sekaligus mengunci kemenangan tim kebanggaan warga Sleman itu.

Pemain asal Brasil itu masuk lapangan menggantikan Fitra Ridwan pada menit ke-74. Selain gol itu, Juninho tampil menjanjikan dan sempat mendapatkan beberapa peluang. “Debut Juninho bagus sekali dan positif untuk tim. Satu pemain yang bikin kita lebih kuat sekarang. Semoga semua lini bisa lebih kuat dari yang kemarin,” ujar Pelatih PSS Dejan Antonic kepada Radar Jogja kemarin (21/9).

Pujian khusus diberikan Dejan kepada Juninho. Pelatih asal Serbia itu menyebut gelandang 26 tahun itu mampu beradaptasi dengan sangat baik. PSS adalah klub pertama di Indonesia yang dibela. “Saya senang game pertama anak itu (Juninho) baru datang harus adaptasi dan belajar banyak sepak bola Indonesia, karena beda jauh dia main di Brasil. Tapi dia bisa buktikan,” paparnya.

Sementara untuk Maslac, Dejan sangat senang melihat kerja keras yang ditunjukkan bek asal Serbia itu. Penampilan apik Maslac seakan membayar dua blunder yang dibuatnya ketika menghadapi Persiraja Banda Aceh. Bukan hanya di game versus Arema FC, ia menilai di sesi latihan Maslac juga berlatih dengan fokus.

“Saya tahu Maslac sudah lama dan sebagai profesional dia adalah pemain bagus sekali dan inti di mana-mana dia main. Puji Tuhan dia bisa bikin gol untuk istri dan anak yang akan lahir di Serbia,” katanya.

Di sisi lain, kemenangan atas Arema FC tentu sangat melegakan. Tidak hanya bagi Dejan, namun juga untuk mengembalikan kepercayaan Sleman Fans kepada manajemen. Mengingat, di dua laga awal mereka selalu mendapatkan hasil kurang memuaskan. Di tahan imbang Persija Jakarta 1-1, lalu dibekuk Persiraja Banda Aceh 2-3.

Berbeda dari dua laga sebelumnya, di pertandingan pekan ke-3, Dejan melakukan perubahan pada starting line up. Salah satunya memasukkan nama-nama seperti Fitra Ridwan, Samsul Arifin, dan Misbakus Solikin. Perubahan itu berdampak positif.

Super Elja tak ingin larut dalam euforia. Setelah kemenangan itu, tim pelatih langsung bergegas menggelar persiapan. Menatap pertandingan berikutnya melawan Madura United, Sabtu (25/9). “Semoga kita dapat istirahat yang bagus dan semua pemain bisa siap untuk game lawan Madura. Dan game itu pasti berat sekali, karena situasi Madura mungkin tidak bagus. Mereka incar kemenangan,” paparnya.

Pelatih 52 tahun itu menegaskan, timnya bakal berkonsentrasi penuh jelang melawan tim berjuluk Laskar Sappe Kerap itu. “Kami bisa full tim, sebentar lagi striker yang baru datang sama Saddam (Emiruddin) bisa kembali dari cedera dan jujur kita bisa jauh-jauh lebih bagus,” tandasnya.

PSS kini menduduki posisi ke-8 klasemen sementara BRI Liga 1. Mereka mengemas empat poin dari tiga laga yang dimainkan. (ard/laz)

Jogja Sport