RADAR JOGJA – Kloter pertama kontingen DIJ untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tiba di Papua sejak Senin (20/9). Rombongan terbagi menjadi dua klaster; Jayapura berjumlah 23 orang dan Mimika sembilan orang. Mereka terdiri atas tiga cabang olahraga (cabor) yakni polo air, gantole, dan terbang layang.

Sesampainya di Bumi Cenderawasih, kontingen DIJ disambut meriah oleh wong Jogjakarta yang tinggal di Papua dan warga setempat. Hal itu disampaikan Ketua Bidang (Kabid) Pembibitan dan Pembinaan Prestasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ Agung Nugroho. “Ada penyerahan cinderamata, tas tradisional, noken itu ya sama topi dan foto-foto tadi. Meriah sekali,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Warga Ngayogyakarto (Pawarto) Papua Doddy Sambodo mengatakan, pihaknya bakal menyiapkan tiga kali kegiatan penyambutan. Selain Senin (20/9), juga pada 26 September dan 1 Oktober mendatang.

Pawarto juga siap mengerahkan warga Jogjakarta yang ada di Jayapura dan klaster-klaster lain PON untuk memberi dukungan kepada kontingen DIJ. “Pawarto berangotakan 1.000 orang lebih, tersebar di berbagai kabupaten yang ada di Papua,” katanya.

Doddy menjelaskan, di Jayapura ada sekitar 300-an anggota. Mereka merupakan gabungan dari berbagai paguyuban warga seperti Gunungkidul, Kulonprogo, dan Bantul yang lama tinggal di Papua. “Mayoritas anggota Pawarto aparat dan ASN yang kerja di sini,” ungkapnya.

Setibanya di Jayapura tim polo air DIJ langsung menggelar latihan sekaligus menjajal venue pertandingan. Pelatih Polo Air DIJ Ardi Lazuardi mengatakan, delapan atlet mendapat jadwal mencoba kolam sebanyak tiga kali, Senin sore (20/9), Selasa pagi dan sore (21/9). “Secara teknis venue pertandingan sudah siap,” ujarnya.

Soal kondisi atlet, Ardi berujar semua dalam keadaan sehat. Meski tak dipungkiri para atlet cukup kelelahan karena perjalanan panjang dari Jogjakarta menuju Jayapura. “Jadi latihannya cuma pemulihan saja. Jadwal pertandingannya, kami technical meeting tanggal 22,” jelasnya.

Sesuai jadwal, besok (23/9) polo air akan melakoni pertandingan perdana pukul 14.00 WIT. Kemudian pertandingan final pada 27 September. “Tanggal 27 sudah perebutan medali. Kalau lawan sulit, ada Jawa Barat dan DKI Jakarta,” bebernya.

Hal serupa dilakukan tim terbang layang. Setelah merakit pesawat yang akan digunakan saat lomba, tim langsung menggelar latihan. “Hari pertama kami datang dari perakitan dan disusul koordinasi briefing sebelum dilaksanakan technical meeting yang resmi,” kata pelatih sekaligus manajer terbang layang Ariyanto.

Ariyanto menuturkan, tim terbang layang akan mulai bertanding mulai besok di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Yohanis Kapiyau Kabupaten Mimika. “Itu yang diagendakan, tapi kan cuaca di sini tidak bisa diprediksi, jadi kadang tiba-tiba hujan. Semoga kegiatan bisa dilaksanakan sesuai rencana,” tuturnya.

Di PON tahun ini terbang layang DIJ diperkuat lima atlet yakni Danang Tri Nugroho, Sulaiman, Aris Wibowo, Lilis Krisnawati, dan Erna Ervina Lona. Mereka akan turun di nomor precition landing atau ketepatan mendarat perorangan putra/putri dan duration flight atau lama terbang perorangan putra/putri.

Berbicara target, tim terbang layang optimistis menggondol medali emas sesuai target yang dipatok KONI DIJ. “Di duration flight putri. Saya yang menangani, pastinya tahu kemampuan atlet kita. Semoga bawa pulang medali,” tandas Ariyanto.

Sementara itu, tim gantole yang diperkuat Muhammad Rosyid Ridho juga mulai menjajal lokasi perlombaan di Lapangan Terbang Advent, Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Selasa (21/9). Pada latihan perdana, adaptasi dengan lingkungan perlombaan menjadi hal utama yang dilakukan tim gantole.

Pelatih Gantole DIJ Antonius Munandar Putranto menjelaskan, lokasi perlombaan cukup berbeda jika dibandingkan dua edisi PON sebelumnya yakni di Riau dan Jawa Barat. Ia menyebut, perlombaan sedikit lebih pendek jika untuk nomor cross country dengan sejumlah obstacle yang telah disiapkan.

Pada hari pertama tim masih melakukan pemantauan kondisi alam terlebih dulu. Lantas di hari kedua dan ketiga, mulai bisa beradaptasi dengan kondisi alam di Papua. “Besok (Hari Ini, Red) kami akan lihat dan baru akan mempelajari, memahami cuaca dan mendapatkan trik-trik apa yang harus kami lakukan,” ungkapnya. (ard/laz)

Jogja Sport