RADAR JOGJA – Kloter pertama kontingen Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX bertolak ke Papua, kemarin siang (19/9). Rombongan berangkat dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ Djoko Pekik Irianto menjelaskan, kontingen terbesar pertama yang berangkat berkekuatan 32 personel. Terdiri dari tiga cabor, yaitu polo air ada 10 orang, gantole (2) dan terbang layang (4). Kemudian, dari unsur KONI DIJ ada lima orang dan tim pendukung 11 orang. Djoko Pekik mengatakan, rombongan dalam kondisi sehat dan dipastikan negatif Covid-19.

Pria 59 tahun itu berharap kontingen pertama yang menuju Bumi Cenderawasih diberikan kelancaran dan kemudahan dalam perjalanan. Sehingga mereka juga diharapkan bisa memberikan gambaran kepada tim yang akan berangkat selanjutnya. “Jika ada hal-hal yang perlu disiapkan, bisa jadi bahan kawan-kawan yang akan menyusul,” kata Djoko Pekik dalam acara pelepasan kontingen di UNY kemarin pagi.

Dia berpesan kepada cabor yang terlebih dulu sampai di Papua, dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin. Utamanya bagi cabor polo air yang akan bertanding di babak kualifikasi, 23 September. Setelah rombongan ini, kloter kedua kontingen akan berangkat pada 30 September. “Ada sekitar empat cabor dan saya juga berangkat,” ujarnya.

Dia menyebut, terbang layang jadi cabor unggulan dari ketiga cabor yang berangkat lebih awal. Selain terbang layang, di aero sport DIJ juga ada terjun payung yang sama-sama diunggulkan.

Namun, bukan tidak mungkin gantole justru bisa meraih prestasi membanggakan. Apalagi, menjelang akhir persiapan menuju Papua, gantole menunjukkan progres perkembangan sangat bagus. Itu tak lepas dari beberapa uji coba yang dilakoni atlet gantole Muhammad Rosyid Ridho.

“Meskipun bentuknya tidak dalam match pertandingan beneran tapi join training. Harapan kami gantole bisa dapat hasil lebih baik dari yang kami harapkan,” bebernya.

Di sisi lain, ditanyai soal perkembangan jadwal terbang layang, Djoko berujar jika cabor tersebut masih tetap on schedule. Namun, seandainya ada perubahan waktu karena persiapan venue yang belum rampung, dia tak mempermasalahkan.

“Kalau misal maju mundur waktunya sehari atau setengah hari, para atlet sudah mempersiapkan diri utamanya aspek psikologi. Artinya kalau main sekarang, kemudian tertunda kalau tidak siap psikologi jadi grogi dan sebagainya,” pungkasnya.

Pada ajang multievent empat tahunan itu kontingen DIJ berjumlah 280 orang. Terdiri dari 128 atlet, 54 pelatih, 14 mekanik, dan ofisial kontingen. Kota Gudeg akan ikut dalam 24 disiplin olahraga dan 106 nomer pertandingan yang tersebar di empat klaster.

Antara lain, Kota Jayapura terdiri dari 26 atlet ,11 pelatih, dan satu mekanik. Lalu, Kabupaten Jayapura 66 atlet, 22 pelatih dan satu mekanik. Kemudian Mimika; 28 atlet, 15 pelatih, dan tujuh mekanik. Terakhir di Merauke ada delapan atlet, lima pelatih, dan lima mekanik. (ard/din)

Jogja Sport