RADAR JOGJA – Cabang olahraga (cabor) panahan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) akan memulai kiprahnya di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, 29 September-9 Oktober di Area Panahan Komp. Kingmi Kampung Harapan Kabupaten Jayapura. Untuk mematangkan persiapan, para atlet terus digeber latihan di Lapangan Panbol, Sewon, Bantul.

Sebelum berangkat ke Papua, tim akan menjalani karantina. Mulai besok sampai 24 September di Hotel UNY. Lalu, sehari setelahnya atau tepatnya pada 25 September Hendra Purnama dkk dijadwalkan terbang ke Bumi Cenderawasih.

Pelatih panahan DIJ Subarno mengatakan, progres persiapan timnya menuju PON cukup oke. Bahkan, tim sudah melakukan training camp sejak 24 Agustus lalu. “Kondisi TC hampir 100 persen persiapan sudah oke,” ujar Subarno.

Tim panahan juga lengkap. Beberapa atlet yang sempat mengikuti pelatihan nasional (pelatnas) di Jakarta sudah bergabung pada 8 September lalu. Lantas, bagaimana adaptasinya? “Di Pelatnas mereka kan juga latihan. Sampai disini langsung masuk asrama dan kami geber latihan untuk beregu,” katanya.

Subarno menjelaskan, pihaknya juga menggelar simulasi pertandingan di tiga tempat berbeda. Selain di Lapangan Panbol, juga di Lapangan Kopertis Jogjakarta dan Lapangan UNY Kulonprogo. Dalam simulasi tersebut, dihadirkan pula beberapa wasit asal DIJ yang bertugas di PON nanti. Tujuannya agar para atlet belajar dan paham soal sistem lomba di pertandingan sesungguhnya. “Jadi kami bikin seperti miniatur final PON. Tim pelatih bisa belajar nanti di final apa saja yang harus dilakukan dan wasit DIJ juga dapat pelajaran dari lomba ini. Intinya kita sama-sama belajar,” paparnya.

Di sisi lain, selama karantina para atlet tetap diberikan porsi latihan seperti biasa di Lapangan Panbol. Lapangan tersebut dipilih karena memang tempatnya paling siap ketimbang mensetting Lapangan di UNY yang membutuhkan waktu dan biaya tidak sedikit.

Tim panahan DIJ diperkuat oleh 16 atlet dan enam pelatih. Atlet-atlet tersebut; Arif Dwi Pangestu, Mahaneshvara Dhavinta Hafshahna, Baihaqi Mustafa Surya Atmaja, Frederico Rifqi, Hilmi Yumnaa Haliza, Odilla Zaneta N.

Kemudian, Lisnawanto Putra Aditya, Nadifa Qotrunnada, Nurul Andriyani, Syafa Aliefsya Ramadhan, Nashwa Wibowo, Hendra Purnama, Okka Bagus Subekti, Titik Kusumawardani, Fauzia Putri Pertiwi, dan Prima Wisnu Wardana. Mereka akan turun di nomor divisi compound, recurve, dan standar bow. Dengan total mengikuti 14 nomor dari 15 nomor yang diperlombakan.

Soal target, tim panahan optimistis meraih tiga emas di nomor beregu recurve dan compound putra serta mixed team. Subarno berujar, peluang mendulang medali di recurve putra sangat terbuka lebar. Mengingat di nomor tersebut DIJ diperkuat atlet-atlet berpengalaman. Sebut saja Hendra Purnama yang merupakan eks peraih medali emas SEA Games 2019, Arif Dwi Pangestu (Olimpiade Tokyo), Okka Bagus (Asian Games). Kemudian divisi compound putra ada Prima Wisnu dan Baihaqi Mustafa (Pelatnas). Sedangkan mixed team diisi Prima Wisnu dan Odilla Zaneta atau Hendra Purnama dan Titik Kusumawardani. (ard/din)

Jogja Sport