RADAR JOGJA – PSS Sleman kembali gagal mengamankan tiga poin perdana BRI Liga 1 2021/2022. Malah, pada matchday kedua mereka ditundukkan Persiraja Banda Aceh 2-3 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu sore (11/9).

Gol PSS dicetak Irfan Bachdim pada menit ke-31 dan Irkham Mila (46′). Sedangkan gol lawan dilesakkan Leo Lelis (5′) serta brace Paulo Henrique menit ke-68 (p) dan (85′).

Sejatinya, hingga 20 menit jelang pertandingan rampung PSS unggul 2-1. Namun, kemenangan di depan mata sirna setelah legiun asing PSS Mario Maslac membuat blunder fatal.

Gol penyeimbang Laskar Rencong -julukan Persiraja- lahir dari sepakan penalti Henrique. Wasit menunjuk titik putih lantaran Maslac melakukan handsball di kotak terlarang. Lima menit jelang laga bubar, Henrique sukses mencetak gol keduanya di dalam kotak penalti. Gol itu tercipta berawal dari kesalahan Maslac yang gagal mengamankan bola di lini pertahanan.

Pertandingan berjalan sangat menarik dan dibumbui kontroversi. Kedua kesebelasan tampil terbuka sejak awal babak pertama. Tim asal Aceh itu unggul terlebih dulu melalui gol sundulan pemain asing, Leo Lelis.

Usai tertinggal, PSS akhirnya berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan geledek Irfan Bachdim. Hanya, bola hasil sepakan Bachdim sempat mengenai mistar sebelum jatuh dan melewati garis gawang. Lama memutuskan, akhirnya wasit mengesahkan gol tersebut. Hal itu memicu protes keras dari penggawa Persiraja. Akibat protes tersebut pertandingan terhenti selama sembilan menit.

Pelatih PSS Dejan Antonic sangat kecewa dan tak percaya dengan hasil yang didapat. Apalagi, timnya sempat leading di paro kedua. Selain itu, dia juga menyayangkan beberapa kali peluang yang gagal dikonversikan menjadi gol. “Kami harus tetap heads up dan semangat. Kita bisa lihat ada berapa pemain yang bermain 60-70 menit sudah tidak bisa banyak berlari. Tapi anak-anak tadi sudah kasih maksimum,” ujar Dejan usai pertandingan.

Pelatih asal Serbia itu menyebut kekalahan itu terjadi karena individual mistake. Ia juga tak ingin menyalahkan Maslac atas dua blunder tersebut. “Mungkin dia mulai capek, mungkin dia hilang konsentrasi sehingga melakukan kesalahan dua kali. Tapi saya nggak bisa bilang dia main jelek atau tidak. Kami harus perbaiki satu tim,” katanya.

Dejan berujar, dalam sebuah pertandingan kalah dan menang adalah hal yang biasa terjadi. Yang terpenting, di laga selanjutnya PSS harus bisa lebih baik lagi. Pelatih 52 tahun itu ingin Bagus Nirwanto cs segera melupakan kekalahan ini dan fokus di pertandingan melawan Arema FC (19/9). “Pemain harus perbaiki. Kalau ada kesalahan maka dia harus perbaiki dan kami bisa lebih bagus ke depan,” tandasnya.

Sementara itu, striker Dwi Rafi Angga berharap di laga selanjutnya timnya bisa meraih poin penuh. Meski kalah, dia juga bersyukur karena pertandingan berjalan cukup menarik. “Ya inilah sepak bola. Kalau perbandingan pemain, dari kami kemarin lawan Persija dan sekarang ada peningkatan. Namun masih ada kesalahan dan itu harus diperbaiki,” papar eks pemain PSIM Jogja itu.

Hasil ini membikin klub berjuluk Super Elang Jawa itu tertahan di peringkat 15 klasemen sementara dengan raihan satu poin. Sedangkan Persiraja nangkring di posisi sembilan dengan tiga poin. (ard/pra)

Jogja Sport