RADAR JOGJA – Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) bergegas mencari bibit-bibit muda potensial Tanah Air. Itu sebagai salah satu persiapan Timnas bola basket menghadapi Piala Dunia FIBA 2023. Ketua Umum Perbasi Danny Kosasih turun langsung melakukan blusukan ke sejumlah provinsi di Indonesia Timur.

Danny mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk tim elite. Tim tersebut akan dihuni oleh pebasket muda untuk diikutkan ke Indonesian Basketball League (IBL) 2022. “Sudah beberapa bulan lalu saya keliling Indonesia, terutama di wilayah timur mencari pemain muda bertalenta untuk tim elite. Salah satunya Papua,” ujar Danny saat jumpa pers di Sleman, kemarin (5/9).

Kebetulan, saat ini tim Papua memang tengah menjalani pemusatan latihan di Jogjakarta. “Jadi saya temui langsung disini,” katanya. Tim elite, lanjutnya, akan berisi pebasket berusia 18-22 tahun.

Tahun lalu tim elite alias Indonesia Patriots didominasi pebasket dari Pulau Jawa. Di antaranya, Muhammad Arighi, Ali Bagir, Yudha Saputra, dan Kevin Sanjaya. Nah, musim ini Danny berharap ada pemain Papua dan Indonesia timur lainnya yang bisa lolos seleksi. “Para pemain Papua punya fisik yang oke dan tinggi-tinggi juga. Pebasket Papua juga sudah disorot dunia. Apa dan bagaimana kriterianya nanti tergantung badan timnas,” paparnya.

Sementara itu, Manajer tim bola basket Papua Frengky Banefar siap menyukseskan program PP Perbasi tersebut. Yang pasti, Frengky ingin pemain muda Papua yang ikut seleksi dapat berjuang semaksimal mungkin. “Semua tergantung pemain, saya tidak mau menitipkan pemain karena yang titip-titip itu bikin olahraga kita jadi jelek. Harus fair play,” tegas pria yang juga Sekrektaris Umum (Sekum) Perbasi Papua itu.

Di luar itu, soal Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Frengky menargetkan timnya meraih medali emas. Karena itu, untuk mencapai target yang dibidik, tim Papua terus mematangkan persiapan di Kota Gudeg. “Kami sengaja latihan di Jogjakarta supaya mereka bisa fokus 100 persen. Harus tampil maksimal dan dapat emas apalagi kami sebagai tuan rumah,” tandasnya.

Di multievent empat tahunan itu, tim putra Papua berada di Grup B bersama Bali, Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Bangka Belitung. Sedangkan tim putri bersama Jambi, Sulawesi Selatan, dan Jakarta. (ard/din)

Jogja Sport