RADAR JOGJA – PSIM Jogja menggelar laga uji coba melawan tim Liga 3 Persipa Pati di Stadion Mandala Krida, kemarin sore (3/9). Pertandingan yang berlangsung secara tertutup itu berakhir dengan skor sama kuat 1-1. Gol semata wayang PSIM dicetak oleh Sunni Hizbullah.

Seto Nurdiyantara mengatakan, laga uji coba digelar cukup mendadak. Karena sebelumnya memang Laskar Mataram -julukan PSIM- kesulitan mencari lawan uji tanding. “Ya uji coba mendadak tapi ada pembelajaran di situ. Masih banyak kekurangan ataupun kelebihan dari anak-anak,” ujar Seto.

Mantan pelatih PSS Sleman itu menuturkan hasil tidak terlalu penting. Namun, ada poin penting dari uji coba kemarin yang menjadi catatannya. “Kadang pemain lawan level di bawah kita mereka punya motivasi dan mungkin dari kita ada beberapa yang sedikit meremehkan,” katanya.

Karena itu, ke depan siapapun yang dihadapi, pantang untuk pemain meremehkan lawan. Seto ingin hasil melawan Persiapa menjadi pembelajaran dan bahan evaluasi untuk masing-masing pemain.

Sementara itu, gelandang Hendika Arga Permana mengaku banyak mendapat pelajaran dari laga kemarin. Dia berujar di setiap pertandingan pasti selalu dijadikan sebagai evaluasi. “Disetiap pertandingan sekalian belajar dari kesalahan sendiri maupun dari lawan,” paparnya.

Selain itu, Arga menyebut uji tanding bagus untuk mengukur hasil latihan tim. Sekaligus sebagai persiapan menghadapi Liga 2 2021. “Uji coba tentu sangat penting karena ada beberapa karakter lawan terus kita evaluasi agar kedepan bisa lebih baik lagi,” paparnya.

Pada pertandingan kemarin Seto menurunkan Junaidi Bakhtiar di pos penjaga gawang. Sedangkan lini belakang ada Dadang Tri Sismon, Jodi Kustiawan, Syarif Wijianto dan Taufik Hidayat.

Di lini tengah; Ilham Irhaz, Savio Sheva, dan Heru Setiawan. Terakhir, lini depan dipercayakan kepada trio Arbeta Rocky, Ahmad Ihwan dan Yoga Pratama. (ard/pra)

Jogja Sport