RADAR JOGJA – Untuk memotivasi atlet yang akan bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mengusulkan kenaikan bonus kepada para atlet peraih medali. Usulan tersebut sebelumnya disampaikan Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto kepada Gubernur DIJ Sultan Hamengku Buwono (HB) X saat beraudiensi beberapa waktu lalu.

Djoko Pekik berujar meski kontingen PON DIJ masih dalam persiapan, pihaknya sudah mengajukan besaran bonus kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ. Yang jelas, tali asih yang diberikan nantinya akan lebih besar ketimbang bonus PON sebelumnya. Hanya, perihal nominal yang diajukan pria 59 tahun itu enggan membeberkan. “Untuk besarannya kita tunggu kepastian dari pemprov saja,” katanya kemarin.

Hal itu bukan tanpa alasan. Sebab, finalisasi besaran bonus bagi atlet tetap menjadi kewenangan pemprov. Sedangkan KONI DIJ hanya mengajukan besaran bonus sesuai kondisi perkembangan atlet saat ini.

Berkaca dari bonus pada PON XIX Jawa Barat 2016 silam, peraih medali emas perorangan mendapat Rp 150 Juta. Kemudian peraih perak Rp 75 Juta, dan Rp 20 Juta bagi peraih perunggu.

Bonus PON 2016, atlet renang indah Claudia Megawati menjadi atlet peraih bonus tertinggi dengan Rp 289 Juta setelah sukses menyumbangkan tiga medali emas. Disusul M Nur Fathoni (balap sepeda) dengan dua medali emas yang mendapat bonus Rp 211 Juta. Sementara bonus terbesar pelatih diraih Hendri Setiawan dan M Basri pelatih balap sepeda dengan masing-masing Rp 94 Juta.

Perihal dana bonus akan masuk dalam anggaran perubahan tahun 2021 atau anggaran murni 2022, Djoko Pekik menjelaskan, saat ini masih dalam pembahasan. “Kami memahami kondisi keuangan Pemprov DIJ karena pandemi Covid-19. Untuk dananya, biasanya anggaran bonus melekat di Disdikpora DIJ kemungkinan masuk melalui anggaran perubahan,” tandasnya. (ard/din)

Jogja Sport