RADAR JOGJA – Polri resmi mengeluarkan izin penyelenggaraan kompetisi Liga 1 dan 2. Itu seiring pertemuan antara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menpora Zainudin Amali di Mabes Polri, Senin sore (23/8). Kick off Liga 1 dimulai 27 Agustus, sedangkan sepak mula Liga 2 diputar September.

Turunnya izin liga disambut antusias peserta klub. Tak terkecuali perwakilan klub DIJ. PSS Sleman misalnya. Klub berjuluk Super Elang Jawa itu langsung gerak cepat mempersiapkan diri menuju Jakarta sebagai lokasi pelaksanaan series pertama. Seluruh elemen tim Super Elja segera berkumpul di ibu kota.

Sebelumnya, PSS memang terkesan adem ayem. Bahkan, mayoritas pemain hingga kemarin masih berada di kampung halaman masing-masing. Hanya beberapa pemain dan Pelatih Dejan Antonic beserta asistennya Mladen Dodic Doda yang ada di Sleman.

Direktur Utama PSS Marco Gracia Paulo menjelaskan, PSS sejak awal enggan terburu-buru mengumpulkan elemen tim. Sebab, manajemen menungggu kepastian kick off liga dari federasi. “Utamanya memang kami mencari format terbaik untuk mulai latihan lagi sebagai solusi dengan segala risiko paling minim,” kata Marco, Senin malam.

Meski sangat mepet, mantan CEO Badak Lampung FC itu menegaskan secara prinsip PSS siap berkompetisi. “Setelah proses cukup panjang, ya kami menanti hingga akhirnya kami bisa segera memulai latihan,” ujarnya. Saat ini, lanjutnya, persiapan menuju Jakarta sudah sampai tahap finalisasi.

Kapten PSS Bagus Nirwanto senang dan bersyukur akhirnya bisa kembali berkumpul bersama rekan timnya. Sebab, kali terakhir tim melakoni latihan bersama sebelum adanya PPKM Darurat Jawa-Bali awal Juli lalu. “Alhamdulillah bisa latihan bersama lagi setelah sekian lama latihan mandiri karena pandemi dan belum pastinya jadwal kick off,” beber Bagus.

Bek 28 tahun itu berpesan kepada seluruh Sleman fans agar tetap mendukung PSS dari rumah saja. Tidak datang ke stadion maupun nonton bareng alias nobar. “Dukungan akan menambah semangat para pemain mengarungi perjalanan kompetisi 2021-2022 ini,” ucapnya.

Sementara itu, wakil Liga 2 DIJ PSIM Jogja lega dengan kepastian pelaksanaan kompetisi di Tanah Air. Media Officer (MO) Ditya Fajar Rizkizha menuturkan, seluruh elemen tim Laskar Mataram -julukan PSIM- sudah tidak sabar untuk berlaga. Bahkan, sejak awal bulan lalu para penggawa PSIM sudah digeber latihan. “Alhamdulillah kabar baik yang dinantikan akhirnya datang izin Liga 1 dan Liga 2 keluar,” kata Ditya kepada Radar Jogja kemarin.

Saat ini, Aditya Putra Dewa cs terus digembleng latihan untuk memantapkan program latihan tim pelatih. “Kami berlatih sembari menunggu surat resmi terkait jalannya Liga 2 dari PT Liga,” tambah pria 30 tahun itu.

Laga Bali United kontra Persik Kediri menandai kembalinya sepak bola Indonesia yang sudah vakum selama 1,5 tahun lebih itu. Pertandingan pembuka Liga 1 rencananya akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Kompetisi digelar tanpa penonton dalam enam seri di tiga klaster wilayah Jawa.

Di sisi lain, PT LIB hanya mengumumkan tiga jadwal perdana Liga 1 2021-2022 untuk memenuhi arahan pemerintah terkait program penanganan Covid-19.

“Pemerintah akan memberikan assessment pada tiga pertandingan awal. Prokes akan diterapkan secara ketat dan aplikasi PeduliLindungi disiapkan di semua akomodasi dan venue pertandingan. Kami akan taat dan mematuhinya,” jelas Direktur Operasional LIB Sudjarno. (ard/laz)

Jogja Sport