RADAR JOGJA – PSIM Jogja kembali menggelar latihan di Lapangan Kenari, Kota Jogja, kemarin pagi (12/8). Latihan tersebut diikuti sebanyak 26 pemain. Termasuk Purwaka Yudhi yang sempat absen juga sudah bergabung.

Memasuki minggu kedua latihan, tim pelatih memberi menu latihan dengan variasi berbeda. Misalnya saat sesi latihan pagi, Aditya Putra Dewa cs diberi materi passing untuk membenahi teknis permainan. Sedangkan sore hari mulai menyentuh taktikal.

Lantas, bagaimana kondisi para pemain saat ini? Pelatih PSIM Seto Nurdiyantara menyebut anak asuhnya dalam kondisi oke. Bahkan jika dipersentase kondisi fisik penggawa PSIM ada di kisaran 70-80 persen. “Artinya progres pemain ada peningkatan dibanding minggu pertama latihan. Saya melihat bagus dan bertahap apa yang kami targetkan di minggu ini di fisik seperti apa minggu besok seperti apa,” kata Seto saat ditemui usai sesi latihan, kemarin.

Di sisa waktu persiapan menyambut Liga 2 2021, Seto ingin para pemain mampu menjaga stabilitas permainan. Begitupun tim pelatih akan bekerja lebih keras agar pemain bisa mencapai kondisi fisik ideal. “Planning kami semoga pas gitu, dengan asumsi Liga 1 diputar 27 Agustus dan Liga 2 seminggu atau dua minggu setelahnya,” ujarnya.

Yang pasti, mantan pelatih PSS Sleman itu berharap kompetisi tidak ditunda lagi. Sebab, selain membuat program latihan terganggu, penundaan liga juga berdampak pada mental pemain. “Dari sisi semua pelatih, yang paling utama adalah kepastian waktu. Jika mundur lagi, ini kan susah juga buat kami,” papar pelatih berlisensi AFC Pro itu.

Seto berujar, bagus tidaknya performa dan kondisi pemain sangat bergantung pada program latihan. Sehingga, kalau kompetisi tidak jelas tentu membuat tim pelatih bingung dalam menyiapkan program.

Nah, untuk mematangkan persiapan, klub berjuluk Laskar Mataram itu berencana menggelar beberapa kali uji coba. Hanya, soal lawan maupun tempat pertandingan, Seto belum bisa memastikan. “Kami juga melihat kondisi PPKM saat ini. Tapi kalau dari program saya, uji coba pasti ada soalnya kalau training center saya pikir sudah tidak karena waktu mepet,” bebernya.

Namun, seandainya rencana uji coba gagal terealisasi, pelatih asal Kalasan, Sleman itu sudah menyiapkan alternatif lain. Yakni, menggelar internal game di sesi latihan reguler.

Sementara itu, gelandang muda PSIM Yoga Pratama sangat antusias selama mengikuti sesi latihan. Yoga senang akhirnya kembali berlatih bersama rekan timnya. “Ya, Alhamdulillah bisa kembali latihan dan mulai melakukan persiapan untuk kompetisi. Semangat tim semakin bagus, harapannya liga juga segera jelas saja,” ucap pemain 23 tahun itu. (ard/bah)

Jogja Sport