RADAR JOGJA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Panitia Besar (PB) PON, dan KONI daerah usai menggelar pertemuan secara virtual, Selasa (27/7). Pertemuan tersebut salah satunya membahas persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto menjelaskan, bahasan utama dalam pertemuan tersebut yakni perihal persyaratan tes bebas Covid-19 bagi atlet yang akan bertanding. “Soal tes Covid-19 kami sepakat untuk membahasnya secara khusus terkait manajemen medis,” ujarnya. Rencananya, pertemuan itu digelar saat Chef de Mission (CdM) Meeting, 3 Agustus mendatang.

Pria 58 tahun itu mengatakan, adanya pambahasan khusus terkait tes Covid-19 ini ditengarai adanya kekhawatiran daerah jika atletnya batal bertanding karena gagal melewati tes Covid-19. Sebab, pelaksanaan multievent empat tahunan itu bakal menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Untuk masalah kesehatan terkait Covid-19 yang akan memberlakukan tes dengan model PCR atau antigen. Semua akan dibahas khusus dalam pertemuan terkait manajemen medis di CdM meeting,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Djoko Pekik mengusulkan agar tes yang dilakukan dengan model swab antigen saja. Sebab, seandainya diberlakukan tes swab PCR, dinilai akan semakin menyulitkan daerah dan atlet yang akan bertanding.

“Kalau antigen hanya positif dan negatif. Sedangkan PCR hasilnya sangat detail dan jika sudah masa penyembuhan dan masih ada beberapa tersisa persen saja, tetap dinyatakan positif,” paparnya. Hal itu lah yang berpotensi merugikan atlet, jika nanti hasilnya positif.

Selain itu, dia juga menyarankan tes Covid-19 dilakukan di daerah masing-masing. Artinya, hasil tes swab antigen yang dibawa kontingen dari daerah masing-masing, dapat dijadikan rujukan untuk memastikan atlet tersebut bebas Covid-19. (ard/din)

Jogja Sport