RADAR JOGJA – Hanya kurang dari tiga bulan PON XX Papua digelar. Karena waktu semakin mepet, seluruh kontingen pun ngebut mematangkan persiapan. Seperti dilakukan kontingen Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).

Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto mengatakan, secara keseluruhan persiapan berjalan oke dan dalam track yang bagus. Namun, tak dipungkiri pandemi Covid-19 sedikit membuat latihan tim Puslatda terganggu. Terutama karena terbatasnya venue latihan dampak penerapan PPKM darurat.

Cabang olahraga (cabor) sepatu roda misalnya. Mereka sampai saat ini masih terkendala tempat latihan lantaran Kompleks Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul ditutup selama PPKM. “Kami sudah bersurat untuk meminta izin penggunaan venue. Tinggal menunggu saja,” ujar Djoko Pekik.

Pria 58 tahun itu menyatakan, KONI DIJ berusaha supaya semua cabor terfasilitasi. Bahkan, lanjut Djoko Pekik, untuk kebutuhan cabor pihaknya sudah berkomunikasi dengan Satgas Puslatda. Tak hanya sepatu roda, sebelumnya balap motor juga mengalami kendala serupa. “Alhamdulillah akhirnya balap motor diberi kesempatan sudah boleh menggunakan Mandala Krida. Dan, rugby juga sudah boleh memakai Lapangan Kenari,” kata Djoko Pekik.

Sementara itu, pelatih sepatu roda DIJ Sugeng Lasono berharap timnya segera kembali berlatih di SSA. Meski begitu, Sugeng mengaku saat ini sepatu roda rutin berlatih di Kompleks Stadion Mandala Krida. “Sambil menunggu venue dibuka kami harus semangat dan fokus menghadapi PON. Tiga bulan lagi saya tekankan atlet supaya jangan pernah menyerah dengan keterbatasan,” ucapnya.

Sepatu roda diperkuat lima atlet di PON XX Papua. Terdiri dari empat atlet putri dan satu atlet putra; Aurellia Nariswari Putri Sigit, Aradhana Wikanestri, Naviska Putri Alifah, Chalila Adinawati, dan Hilmanafika Sagarmatha. Mereka akan turun di nomor pertandingan 500 meter putra dan putri, 1.000 M putra dan putri, 15 Kilometer putri, 10 KM point to point (PTP) putri, marathon, dan relay 3 KM.

Saat ini, ada 19 cabor / 24 subcabor yang tergabung dalam puslatda PON XX DIJ. Meliputi atletik, balap motor, billiar, bola voli pantai, menembak, panahan, pencak silat, renang artistik, sepatu roda, terbang layang, terjun payung, dan aeromodelling.

Kemudian binaraga, catur, gantolle, judo, kempo, panjat tebing, polo air, rugby, sepatu roda, taekwondo, tarung derajat, wushu, dan renang perairan terbuka. Secara keseluruhan DIJ akan memberangkatkan anggota 195 kontingen. Dengan rincian 141 atlet dan 54 pelatih. (ard/din)

Jogja Sport