RADAR JOGJA – Setelah sempat menjalani latihan dan vaksinasi dosis kedua, manajemen PSIM Jogja memutuskan kembali meliburkan skuadnya. Terhitung sejak 19 Juli sampai 31 Juli 2021. Tim berjuluk Laskar Mataram itu diagendakan menggelar latihan bersama pada 1 Agustus nanti.

Media Officer (MO) PSIM Ditya Fajar Rizkizha mengatakan, keputusan meliburkan pemain juga sembari menunggu kepastian Liga 2 musim 2021. Pertimbangan lainnya karena PPKM darurat Jawa-Bali diperpanjang hingga 25 Juli. “Sebelumnya tim kurang lebih seminggu latihan di lapangan futsal samping wisma. Tapi per Senin kemarin tim diliburkan sampai akhir bulan ini,” kata Ditya saat dihubungi Radar Jogja, Rabu (21/7).

Seperti diketahui, selama PPKM Pemprov DIJ memutuskan menutup sementara fasilitas olahraga. Alhasil, PSIM yang biasanya melaksanakan latihan di Lapangan Kenari dan Stadion Mandala Krida pun tidak bisa menggunakan kedua venue tersebut. Meski begitu, manajemen legawa dan memahami kondisi pandemi saat ini.

“Kami menyadari fasilitas umum pasti ditutup selama PPKM. Dan kami menerima, toh masih bisa latihan di lapangan futsal wisma,” beber pria 30 tahun itu.

Lantas, bagaimana jika masa PPKM diperpanjang lagi? “Kalau misal diperpanjang kembali, 1 Agustus kami tetap latihan. Walaupun di lapangan samping mess,” tandas Ditya.

Karena libur, Yoga Pratama cs terpaksa melakoni latihan mandiri dengan menu yang sama seperti sebelumnya. “Latihan meliputi menjaga kebugaran saja agar tidak terlalu drop dan imun tetap terjaga,” ujar pelatih fisik PSIM Asep Ardiansyah. Saat ini, seluruh pemain memilih stay di mess PSIM sambil menanti kejelasan nasib liga.

Terpisah, Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIJ Eka Heru Prasetya menuturkan, sampai saat ini fasilitas olahraga masih ditutup selama penerapan PPKM. Disinggung soal dispensasi untuk PSIM menggunakan venue latihan, Eka Heru menegaskan jika pihaknya belum bisa memberikan izin. “Untuk PPKM sementara belum. Nanti kalau liga sudah resmi dimulai saya kira ada dispensasi khusus,” ucapnya.

Kondisi itu bisa dimaklumi. Mengingat saat ini lonjakan Covid-19, khususnya di DIJ kian menggila. Sehingga memberi izin tim dengan jumlah lebih dari 20 orang tentu akan sangat sulit. Terutama untuk penerapan protokol kesehatan (prokes) di lapangan. “Jadi belum, sambil menunggu perkembangan di Jogja. Mudah-mudahan keadaan di Indonesia khususnya Jogja semakin membaik,” paparnya. (ard/pra)

Jogja Sport