RADAR JOGJA – Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) DIJ semakin konsisten memajukan olahraga sambo di Kota Gudeg. Itu tak lepas dari pelaksanaan Kejurda Sambo yang dihelat belum lama ini. Selain untuk memenuhi salah satu syarat menjadi anggota KONI DIJ, sekaligus sebagai sosialisasi olahraga sambo kepada masyarakat luas.

Ketua Umum Pengda Persambi DIJ Yuni Rukmawati mengatakan, Kejurda sekaligus digelar untuk menjaring atlet-atlet potensial yang akan mewakili DIJ di berbagai event. Seperti Kejurnas sambo 2021, ekshibisi PON XX Papua 2021, dan Asian Sambo Beach Games 2021 di Bali.

Meski sambo merupakan cabor baru, Yuni berharap kedepan atlet sambo hanya fokus pada satu cabor bela diri saja. Mengingat dalam Kejurda sambo 2021 masih terdapat atlet peserta dari berbagai macam latar belakang bela diri. “Fokus satu cabor itu bagus dan Persambi DIJ sepakat. Langkah kami dari hasil Kejurda juga untuk mendata dan membuat database atlet, serta memastikan mereka agar hanya bertanding untuk cabor sambo di event selanjutnya,” ujarnya, belum lama ini.

Setelah Kejurda ini, lanjut Yuni, pihaknya akan memonitor kegiatan pemusatan latihan daerah. Kemudian menyiapkan SDM pelatih dan wasit sambo lebih banyak. Serta berharap memiliki camp atau tempat latihan sendiri sehingga kegiatan lebih bisa dipantau dan maksimal.

Ketua Bidang (Kabid) Pembinaan Organisasi KONI DIJ Nolik Maryono menuturkan, untuk bisa bergabung menjadi anggota KONI DIJ, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi Pengda Persambi. Antara lain, minimal satu kali melaksanakan Kejurda. Juga wajib memiliki minimal tiga pengurus kabupaten/pengurus kota, kesekretariatan, SK Pengda Persambi DIJ dari Persambi Pusat, maupun SK Persambi Pusat, hingga Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Persambi.

Di PON XX Papua 2021, sambo akan menjadi cabor ekshibisi dan menjadi cabor yang dipertandingkan secara resmi pada PON XXI Aceh-Sumut 2024. “Melalui Kejurda yang sudah digelar, lahir atlet sambo di DIJ yang mewakili dalam ekshibisi PON Papua. Tidak kalah penting juga di PON Aceh-Sumut, semoga Pengda Persambi DIJ bisa persiapkan atletnya untuk ikut dan babak kualifikasi PON satu tahun sebelumnya, sehingga harapan bisa lolos dan pulang bawa medali,” ucap Nolik.

Di tingkat daerah, juga ada event Porda XVI DIJ 2022. Diharapkan melalui ajang tersebut, sambo juga ikut ambil bagian sebagai cabor ekshibisi.

Sebagai informasi, sambo merupakan singkatan dari Samozashchita Bez Oruzhia, yaitu pertahanan diri tanpa menggunakan senjata. Olahraga asal Rusia ini menggabungkan gulat dan judo yang bertujuan untuk mematahkan pertahanan lawan. (ard/pra)

Jogja Sport