RADAR JOGJA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mulai ancang-ancang mempersiapkan kontingen untuk menghadapi PON XXI Aceh dan Sumatera Utara 2024. Salah satunya dengan memetakan lima cabor potensial seperti hapkido, dansa, renang, balap sepeda, dan e-sport.

Kebetulan dari kelima cabor itu, beberapa di antaranya tidak dipertandingkan di PON XX Papua, Oktober mendatang. Juga tidak tampil sebagai cabor ekshibisi dalam ajang multievent empat tahunan itu. “Dari kacamata kami, kelima cabor itu berpotensi untuk mendulang emas di PON 2024,” ujar Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto.

Untuk pendataan lebih lanjut, KONI DIJ pun meminta informasi dari pengurus daerah (pengda) kelima cabor masing-masing. Selain itu, lanjut Djoko, pihaknya juga mengajak pengda cabor untuk mempersiapkan sejak jauh-jauh hari. Dan yang paling penting, diharapkan atlet lima cabor itu tidak ada yang pindah ke daerah lain. “Sehingga kami minta nanti masing-masing pengda untuk membuat semacam ikatan, dalam arti membuat mereka nyaman berada di DIJ,” tegasnya.

KONI DIJ juga berupaya memfasilitasi atlet. Misalnya mencarikan sekolah, pekerjaan, hingga beasiswa. Dengan harapan para atlet nyaman tinggal di Kota Gudeg. Menurut Djoko, langkah ancang-ancang sejak dini ini dirasa sangat penting mengingat persiapan menuju PON XXI 2024 tinggal menyisakan tiga tahun lagi. Terlebih, ada babak kualifikasi Pra-PON yang biasanya diadakan setahun sebelumnya.

Di sisi lain, kelima cabor menyatakan siap melakukan pembinaan terhadap atlet-atlet berpotensi. Di antaranya, ESI DIJ yang dinilai cukup banyak memiliki atlet bagus dan diharapkan dapat memetakan lawan-lawan yang akan dihadapi. Lalu, PRSI DIJ diminta melakukan pendekatan kembali, terutama untuk subcabor renang sinkronisasi atau renang indah.

Kemudian, Hapkido DIJ yang juga memiliki prestasi cukup apik di tingkat nasional, bahkan internasional. Begitu pula dengan balap sepeda, meski tidak dipertandingkan pada PON tahun ini, diminta untuk segera mempersiapkan atlet pada PON selanjutnya.

Terakhir, cabor dansa yang memiliki tiga pasang atlet berpotensi diminta untuk mempersiapkan hal yang sama. “Bersama Pengda kami siapkan sedini mungkin karena tahun 2022 kami sudah mulai pemusatan latihan daerah Pra-Kualifikasi PON. Sebab pada tahun 2023 kami sudah mengikuti Pra-PON,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengda ESI DIJ Andri Wibowo berujar, sebagai cabor baru pihaknya siap memberikan data-data atlet yang dibutuhkan. Pada PON XX Papua nanti, ESI DIJ berencana mengirimkan lima atlet untuk bertanding dalam cabor ekshibisi e-sport. “Semoga di ajang ini atlet DIJ dapat memberikan hasil terbaik,” harapnya. (ard/laz)

Jogja Sport