RADAR JOGJA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ mengimbau kepada pemangku kepentingan olahraga untuk proaktif melakukan pengawasan kegiatan olahraga. Itu tak lepas dari melonjaknya kasus Covid-19 di DIJ belakangan ini.

Model pengawasan yang diharapkan yakni dengan cara turun langsung ke lapangan. Tujuannya agar semua elemen yang terlibat kegiatan olahraga benar-benar disiplin protokol kesehatan (prokes). Hal itu disampaikan Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto. Dia berpesan kepada semua pelatihan di klub, puslatkab/puslatkot, puslatda PON, pelatihan usia dini, pelatihan komunitas, ekstra kurikuler olahraga di sekolah, UKM di PT, PPLP – PPLM. “Termasuk kegiatan penataran, rakerda, musda, dan lain-lain untuk lebih mengetatkan prokes Covid-19,” ujarnya, Minggu (27/6).

Nah, untuk mengontrol latihan puslatda PON, KONI DIJ meminta Satgas untuk aktif turun ke venue latihan. Begitu juga KONI kabupaten dan kota diminta betul-betul mengontrol latihan persiapan Porda melalui pustalkab atau puslatkot. Baik di masing-masing venue milik pemda atau pemkab/pemkot. Di antaranya Stadion Mandala Krida, Lapangan Kenari, GOR Kridosono, Stadion Sultan Agung (SSA), Stadion Maguwoharjo dan tempat-tempat lain.

Selain itu, pengkab dan pengkot cabor juga diimbau mengawasi sentra-sentra latihan klub. Seperti sepatu roda di Stadion Mandala Krida, SSA, Stadion Maguwoharjo dan sentra lain. “Supaya tidak ada kerumunan. Para orang tua atlet juga harus waspada terhadap kondisi kesehatan putra putri-nya, jika ada indikasi batuk pilek diminta untuk tidak datang latihan di klub,” tandas Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu.

Sementara itu, khusus atlet atau pelatih yang akan mengikuti join training atau try out wajib melakukan tes antigen secara berkala. “Bagi atlet, pelatih dan pengurus cabor juga harus proaktif untuk mendapatkan vaksin di wilayah masing-masing,” ucap Djoko Pekik. “Pokoknya tetap semangat, tetap sehat, waspada, disiplin prokes, jangan abai pada diri sendiri dan orang lain,” imbuh dia.

Terpisah, pelatih atletik Sleman Sukri berujar saat ini latihan masih berjalan normal. Hanya saja, pihaknya mewanti-wanti para atlet untuk selalu disiplin prokes. “Ya, latihan masih seperti biasa,” ujarnya. (ard/pra)

Jogja Sport