RADAR JOGJA – Tim Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) panjat tebing DIJ usai mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Walikota Cup Jambi, 16-19 Juni 2021. Kejurnas jadi yang pertama diikuti panjat tebing selama pandemi Covid-19. Mereka memberangkatkan tiga atlet; Rahmayuna Fadillah yang turun di nomor speed, Sukma Lintang Cahyani dan Dyah Puspitaningtyas (speed dan lead).

Dalam Kejurnas itu, kontingen DIJ memetik hasil yang cukup lumayan. Sukma Lintang meraih peringkat enam di kategori nomor lead dengan catatan waktu 2,45 detik. Lalu di nomor speed, atlet 16 tahun itu harus puas menempati peringkat 16 dengan catatan waktu 8,861 detik.

Kemudian, Dyah Puspitaningtyas finish di peringkat 12 kategori nomor speed dengan mencatatkan waktu 8,440 detik dan peringkat 18 di nomor lead dengan waktu 17,54 detik. Sedangkan Rahmayuna Fadillah menempati peringkat sembilan kategori speed dengan catatan waktu 8,853 detik.

Pelatih panjat tebing DIJ Sultoni Sulaiman mengaku cukup puas dengan capaian anak asuhnya. Apalagi, target di Kejurnas hanya untuk mengukur hasil latihan tim. Sekaligus sebagai salah satu persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Oktober 2021.

“Target kami di try out ini dapat mengeluarkan kemampuan maksimal pada saat latihan-latihan kemarin,” ujarnya kepada Radar Jogja Minggu (20/6).

Soal hasil, pelatih berusia 44 tahun ini punya penilaian kepada masing-masing anak asuhnya. “Untuk Sukma Lintang sudah target yaitu masuk babak final. Padahal pas semifinal bisa masuk tiga besar, cuma pas final kurang tenang saat pemanjatan,” katanya.

Begitu pula performa Dyah Puspitaningtyas di nomor speed dinilai sesuai harapan. Yakni, menembus final 16 besar dan meraih capaian waktu stabil seperti pada saat latihan. Sementara untuk Rahmayuna hasilnya kurang maksimal karena target masuk delapan besar tidak tercapai.

“Sebenarnya Rahmayuna pas latihan sudah bisa mencapai waktu yang mendekati best time nasional 7,1 detik. Tapi pas try out nggak bisa keluar, mungkin karena faktor kurangnya kompetisi dua tahun ini,” tambahnya.

Yang pasti, hasil Kejurnas ini bakal dijadikan evaluasi tim pelatih untuk memperbaiki performa para atlet. Mengingat waktu menuju PON tinggal menyisakan empat bulan lagi. “Sebelum PON yang menjadi PR kami adalah memperbaiki teknik yang pas di try out Jambi kemarin menjadi kekurangan-kekurangan,” terangnya.

Rahmayuna Fadillah mengaku sedikit kecewa dengan hasil yang didapat di Kejurnas. Meski begitu dia berjanji akan berlatih lebih keras lagi untuk memperbaiki catatan waktu.

“Evaluasinya mungkin mentalnya harus dikuatin lagi, memperbaiki gerakan yang masih kurang pas, dan harus cuek kalau lagi kompetisi karena kalau speed kita mikir sesuatu yang jadi kekurangan, malah jadi kacau, nggak bisa fokus,” ucap atlet 26 tahun itu. (ard/laz)

Jogja Sport