RADAR JOGJA – PSIM Jogja akhirnya menggelar uji coba dengan tim selevel, kemarin sore (3/6). Mereka menjajal kekuatan sesama tim Liga 2, PSG Pati di Stadion Mandala Krida. Dalam laga yang digelar tertutup tersebut dimenangkan oleh PSIM dengan skor tipis 2-1.

Gol Laskar Mataram -julukan PSIM- masing-masing dicetak oleh penyerangnya Imam Witoyo dan gelandang Firman Septian. Sedangkan gol semata wayang PSG dilesakkan Ari Hermawan. Ketiga gol tersebut terjadi pada babak kedua.

Di babak pertama, PSIM menurunkan pemain muda dikombinasi dengan senior. Secara permainan, PSG lebih mendominasi. Hanya, banyak peluang yang gagal dikonversikan menjadi gol. Paro pertama berakhir dengan skor kacamata.

Memasuki babak kedua, PSG mampu unggul terlebih dulu melalui titik putih. Mengejar ketertinggalan, PSIM banyak memasukkan pemain senior. Bermain lebih menekan dan kerja sama yang apik, akhirnya anak asuh Seto Nurdiyantara itu sukses membalikkan keadaan. PSIM menyudahi laga dengan skor 2-1.

Seto mengatakan, uji coba itu diperlukan untuk melihat chemistry antar pemain. Soal hasil, pelatih berlisensi AFC Pro itu menganggap tak tarlalu penting. “Saya tidak melihat hasilnya, tapi melihat proses bermainnya seperti apa, bagaimana mereka bermain. Dan saya pikir PSG cukup bagus, artinya kami banyak belajar dari mereka,” katanya.

Meski menang, Seto melihat chemistry antarpemain harus terus ditingkatkan. Mengingat di laga itu Yoga Pratama cs masih banyak melakukan kesalahan. Utamanya salah passing dan akurasi. Menurut Seto, skuadnya masih dalam kondisi latihan fisik. Salah satu indikatornya pemain mengalami kelelahan otot. “Tapi buat kami para pelatih yang penting baik. Karakter bermain sudah ada, mereka asik, menikmati pertandingan, itu yang paling penting,” tandasnya.

Dari laga kemarin, mantan pelatih PSS Sleman itu sudah membuat evaluasi. Yakni, membenahi organisasi permainan. Baik secara individu maupun tim.

Sementara itu, pelatih PSG Pati Ibnu Grahan berujar kekalahan tersebut tak lepas dari hilangnya fokus para pemain setelah unggul lebih dulu. “Konsentrasi sangat diperlukan apalagi kami merasa menang dan kebobolan, sehingga harus hati-hati,” ucap Ibnu. “Tapi ini pengalaman bertanding yang kami petik, sangat berguna untuk kekuatan tim.” imbuhnya. (ard/pra)

Jogja Sport