RADAR JOGJA – Kongres Tahunan PSSI menghasilkan sejumlah keputusan. Salah satunya yakni soal kompetisi yang akan digulirkan pada Juli mendatang.

Jika sesuai rencana Liga 1 bakal dimulai 10 Juli dengan memakai format berseri di enam daerah. Kemudian kick off Liga 2 berlangsung sepekan setelah Liga 1. Sedangkan Liga 3 dimulai dari tingkat provinsi pada Juli-Oktober, tingkat regional pada November, dan fase nasional pada Desember.

Melihat situasi pandemi yang ada, kompetisi tetap digelar tanpa penonton. Namun ada beberapa opsi yang sedang digodok federasi dan PT LIB. Satu di antaranya, liga nanti bisa dihadiri oleh suporter.

Beberapa opsi tersebut dibagi dalam tiga fase. Fase pertama Juli-Agustus kompetisi diawali dengan tanpa penonton. Namun, secara gradual atau bertahap mulai dicoba dengan menghadirkan penonton, yang sifatnya terseleksi dengan jumlah terbatas. Range lima ratus-seribu penonton.

Kemudian fase kedua, Sepember-Desember. Setelah dilakukan kajian dan trial di fase pertama, tiket komersial yang dijual secara online mulai dirilis ke publik secara ketat. Range tiket penonton antara seribu-dua ribu penonton. Lalu, fase ketiga Januari-Maret. Jika kajian monitoring dan evaluasi di fase kedua berjalan positif maka fase ketiga kompetisi akan diberlakukan penambahan jumlah penonton. Dengan range seribu-lima ribu.

Wacana tersebut pun disambut positif oleh sejumlah suporter. Ketua Umum Slemania Rengga Dian Senjaya mengatakan, dengan adanya penonton atau tidak pihaknya berharap agar PSSI mengkaji keputusan itu sedetail mungkin. “Karena ini menyangkut banyak pihak. Dan semoga kami dan semua suporter Indonesia dapat segera menikmati sepak bola di dalam stadion dengan tenang, aman, dan nyaman,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Umum The Maident Rendy Agung Prasetya. Rendy ingin pelaksanaan liga nanti benar-benar diterapkan dengan prokes ketat. “Mau berjalan dengan penonton secara terbatas ataupun tanpa penonton semoga berjalan dengan aman,” ujarnya. “Saya mewakili The Maident berharap sekali liga segera dimulai. Karena kami sebagai suporter butuh hiburan walaupun masih di tengah kondisi pandemi,” tambah Rendy. (ard/yog)

Jogja Sport