RADAR JOGJA – Klub menanggapi positif hasil Kongres Biasa PSSI di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta, Sabtu (29/5). Sejumlah agenda dibahas dalam Kongres Biasa yang dihadiri 87 voters anggota PSSI itu. Salah satunya soal format kompetisi Liga 1 musim 2021-2022 dan Liga 2 2021.

Caretaker Manager PSIM Jogja Farabi Firdausy yang hadir mewakili tim mengatakan, kongres berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang membuat klub sedikit lega. Utamanya soal nasib kompetisi tanah air. “Kongres ini sifatnya, PSSI hanya menyampaikan laporan dari tahun 2020 dan bagaimana rencana untuk sepak bola Indonesia pada tahun 2021,” katanya Kepada Radar Jogja, kemarin (30/5).

Lantas, apa saja yang disampaikan Laskar Mataram -julukan PSIM- dalam Kongres? Pria yang akrab disapa Abi itu menjelaskan, secara garis besar tidak ada anggota yang menyampaikan sesuatu pada Kongres. Yang pasti, pihaknya menyambut baik apa yang disampaikan Ketua Umum PSSI dan Menpora bahwa kompetisi akan digulirkan pada Juli nanti.

Sementara itu, CEO PSIM Bambang Susanto puas dengan agenda dan keputusan yang dihasilkan pada Kongres Biasa PSSI 2021. Termasuk soal adanya sistem promosi dan degradasi juga ditanggapi positif oleh pengusaha asal Semarang itu. “Ya buat kami, promosi dan degradasi adalah upaya menyajikan kompetisi yang lebih sehat dan serius. Apalagi Liga 2 nanti persaingannya lebih ketat, ya itu adalah persaingan yang membuat sepak bola kita lebih maju ke depannya,” ujar Bambang.

Media Officer (MO) PSIM Ditya Fajar Rizkizha menambahkan, saat ini PSIM masih menunggu surat resmi dari federasi. Pihaknya juga berharap liga dimulai tepat waktu dan tidak molor seperti yang sudah-sudah. “Berdasarkan informasi yang diketahui sekarang, Liga 2 2021 akan dimulai Juli mendatang, yaitu 10 hari setelah Liga 1 digelar,” paparnya.

Dalam Kongres, Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto menjelaskan, Liga 1 akan digelar dengan format kompetisi penuh atau double round robind. Dengan jumlah sebanyak 306 match, mulai 10 Juli dan berakhir pada Maret 2022. Karena masih pandemi Covid-19, pertandingan akan terpusat di wilayah Jawa; DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, dan DIJ.

Berbeda dengan sebelumnya, musim ini federasi memutuskan memakai format seri. Total ada enam seri yang dimainkan dengan estimasi per seri bakal berlangsung selama 1,5 bulan. Yang dibagi menjadi enam klaster. Yakni, klaster pertama dihelat di stadion-stadion yang ada di DKI Jakarta, Banten, dan Jabar.

Kemudian, klaster kedua di Jateng dan DIJ, lalu klaster ketiga di Jatim. Setelah itu klaster keempat kembali di Jatim, klaster kelima Jateng dan DIJ. Klaster keenam atau terakhir dimainkan di DKI Jakarta, Banten, dan Jabar.

Venue bersifat netral. Artinya tidak ada klub yang bermain di stadion yang menjadi homebase dalam setiap seri kompetisi. Nah, setelah 1,5 bulan atau per seri rampung, klub-klub diperbolehkan kembali ke daerah masing-masing. Setelah itu kembali lagi menuju seri selanjutnya yang dipusatkan di kota yang berbeda.

Sementara itu, Liga 2 hampir sama seperti Liga 1. Bedanya, jika sebelumnya dibagi dua grup, musim ini menjadi empat grup. Kick off Liga 2 dimulai dua minggu setelah Liga 1 dan berakhir Desember 2021. Diikuti sebanyak 24 tim, dari empat grup akan diisi enam klub. Posisi puncak dan runner up otomatis masuk ke babak delapan besar.

Saat ini PSSI masih menunggu izin penyelenggaraan dari kepolisian. Namun, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan memastikan, izin Polri akan segera terbit dalam waktu dekat. (ard/bah)

Jogja Sport