RADAR JOGJA – PSSI akhirnya secara resmi memutuskan untuk tetap memakai skema degradasi Liga 1 2021. Keputusan itu diambil setelah PSSI berdiskusi dengan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI dalam rapat Emergency Exco Meeting, Selasa (25/5). “Keputusan PSSI ini sudah final,” ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

Kebijakan ini disambut positif oleh kontestan klub. Apalagi, sebelumnya wacana penghapusan degradasi mendapatkan tentangan keras dari berbagai pihak. Salah satunya pecinta sepak bola nasional. “Sesuatu yang bagus menurut saya, artinya kompetisi memang seperti itu,” kata Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantara (27/5).

Pelatih berlisensi AFC Pro itu mengatakan, marwah kompetisi salah satunya adalah berkompetisi untuk jadi yang teratas dan tidak yang terbawah. Dengan adanya degradasi, semua saling belajar dan berkompetisi untuk jadi yang lebih baik. “PSSI mengambil langkah yang tepat, karena Liga 1 dan Liga 2 yang akan bergulir tetap berjalan menarik dan kompetitif,” ujarnya.

Media Officer (MO) PSIM Ditya Fajar Rizkizha menambahkan, musim ini bakal berjalan lebih ketat, baik Liga 1 maupun Liga 2. Sehingga PSIM akan memulai kompetisi dengan penuh semangat agar tujuan tercapai.

Sementara itu, sebelumnya Direktur Utama PSS Sleman Marco Gracia Paulo menyatakan Super Elang Jawa -julukan PSS- dalam posisi siap untuk menghadapi kompetisi dengan sistem degradasi. Tidak ada kata santai bagi PSS.
Di sisi lain, pihaknya juga memahami apabila sebelumnya beberapa klub menyarankan sistem degradasi dihapus di musim ini. Tapi keputusan akhir menjadi wewenang dari PSSI dan PT LIB.

“Yang perlu digaris bawahi sekali lagi adalah PSS dalam posisi siap hadapi kompetisi seperti semestinya, yakni adanya degradasi,” papar mantan CEO Badak Lampung FC itu.

Setelah diputuskan, Mochammad Iriawan lantas meminta Sekjen PSSI Yunus Nusi untuk bersurat kepada seluruh klub peserta Liga 1 dan 2 soal keputusan PSSI ini.

“Sekjen telah saya perintahkan untuk membalas surat-surat permohonan dari klub-klub Liga 1 dan 2 yang berisi permohonan kompetisi tanpa degradasi, dengan isi surat menjelaskan hasil diskusi ketat Exco PSSI dan konsultasi dengan FIFA/AFC,” terang pria yang akrab disapa Iwan Bule itu. (ard/laz)

Jogja Sport