RADAR JOGJA – PSSI berencana menggulirkan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 pada Juli 2021. Namun, tidak demikian untuk Liga 3. Sebab, hingga saat ini belum ada kepastian kapan kompetisi divisi terbawah Liga Indonesia itu diputar.

Perihal penyelenggaraan Liga 3 Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIJ Ahmad Syauqi Soeratno turut berkomentar. Syauqi mengatakan, pihaknya memang belum mendapatkan informasi apapun terkait gelaran Liga 3. Sehingga untuk Liga 3 DIJ, Asprov masih menunggu kepastian program dan regulasi dari PSSI.

“Format akan seperti apa dan dimulai kapan. Termasuk ketentuan tentang promosi degradasi di atasnya yang berpengaruh dengan promosinya liga 3 keatas. Kami masih menunggu semuanya,” kata Syauqi, Minggu (23/5).

Syauqi berujar, di Asprov, Liga 3 dan Piala Soeratin merupakan mandatori. Artinya event tersebut adalah program dari federasi. “Kami hanya mendapat mandat untuk menjalankannya di level provinsi. Bahkan masuk regional dan nasional kan bukan asprov,” paparnya.

Di luar itu, mantan Deputi Sekjen PSSI periode 2009- 2011 itu menuturkan, pelaksanaan kompetisi kasta terbawah sepak bola Indonesia dimasa pandemi ini juga cukup sulit. Utamanya untuk penerapan protokol kesehatan yang membuat klub harus mengeluarkan biaya tambahan. “Jadi beda ya sama yang pro seperti Piala Menpora 2021. Ini yang akan kami sampaikan ke federasi, praktiknya bisa menurut saya selama semua serius bisa. Caranya kita konsentrasi, tapi tentu ada konsekuensi yakni biaya,” terang Syauqi.

Yang pasti, Syauqi berharap segera ada kepastian setelah Kongres Tahunan PSSI yang dihelat pada 29 Mei di Hotel InterContinental Pondok Indah, Jakarta. “Bayangkan kesulitan pemilik klub kalau tidak segera ada kejelasan. Sementara pemilik klub di DIJ menurut saya betul-betul komitmen ke pembinaan. Berdarah-darah untuk hal yang tidak jelas,” paparnya.

Meski belum ada kejelasan kompetisi klub Liga 3 asal DIJ Persiba Bantul mulai menggalang kekuatan. Bahkan klub berjuluk Laskar Sultan Agung itu sudah menggelar latihan sejak April lalu. Manajer Operasional Persiba Rumawan menyatakan, persiapan awal tersebut sebagai langkah antisipasi jika kompetisi digulirkan. “Kami mempersiapkan program pembinaan pemain jangka panjang. Dengan target menjaring dan memaksimalkan potensi talenta lokal yang ada di Bantul,” ucap Rumawan. (ard/pra)

Jogja Sport