RADAR JOGJA – Sebanyak 10 atlet DIJ dipanggil mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas). Pemanggilan sebagai persiapan menghadapi dua event internasional sekaligus. Yakni kualifikasi Olimpiade Tokyo pada Juni dan SEA Games XXXI di Vietnam, November 2021.

Dari ke-10 atlet masing-masing berasal dari tiga cabang olahraga (cabor) berbeda. Di antaranya voli pasir, balap sepeda, dan panahan. Voli pasir diperkuat Ade Candra Rachmawan, Gilang Ramadhan, dan Ilham Akbar. Mereka menjalani Pelatnas Pelatnas kualifikasi Olimpiade dan SEA Games sejak April di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor.

Kemudian panahan melakoni Pelatnas kualifikasi Olimpiade dan SEA Games sejak 7 April-30 November di Jakarta. Tim panahan terdiri atas Lisnawanto Putra A yang turun di nomor divisi recurve putra, Hendra Purnama (divisi recurve putra), Arif Dwi Pangestu (divisi recurve putra), Titik Kusumawardani (divisi recurve putri), Baihaqi Mustafa Surya A. (divisi compound putra), Prima Wisnu Wardhana (divisi compound putra).

Sedangkan satu atlet balap sepeda Liontin Evangelina Setiawan yang turun di nomor road race mengikuti program Pelatnas PPON Kemenpora menuju SEA Games Vietnam 2021. Atlet 21 tahun itu akan bergabung Pelatnas pada 17 Mei-30 November 2021 di Cakra Kembang Hotel, Kaliurang, Sleman.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ Djoko Pekik Irianto bangga dan mengapresiasi seluruh atlet yang dipanggil Pelatnas. Dikatakan, ke-10 atlet itu merupakan representasi DIJ yang mewakili Indonesia sehingga pihaknya memberikan perhatian dan motivasi agar para atlet fokus membela Indonesia di berbagai multievent internasional yang diikuti.

“Kami memberikan perhatian dan fasilitas terkait problema yang dihadapi, barangkali pada saat mereka berangkat ke Pelatnas ada soal sekolah dan pekerjaan. Kami juga memberikan uang saku untuk keberangkatan ke Pelatnas,” ujar Djoko Pekik usai pelepasan atlet di kantor setempat, Senin (17/5).

KONI DIJ berharap terutama bagi atlet yang mengikuti pra kualifikasi olimpiade bisa mengamankan tiket lolos terlebih dulu. Sebab, untuk lolos ke kualifikasi olimpiade bukan hal yang gampang. “Bisa jadi suatu beban yang cukup berat. Semoga ada yang lolos dan ikut bertanding di Tokyo. Baru nanti kalau lolos olimpiade, harapannnya bisa membawa pulang medali,” katanya.

Begitu juga dengan atlet yang turun di SEA Games, Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini meminta atlet all out berjuang maksimal di Pelatnas. Yang pasti, dia ingin kesempatan ini digunakan sebaik mungkin. “Saat nanti di SEA Games bisa bawa pulang medali sebanyak-banyaknya untuk Indonesia,” tambah Djoko.

Sementara itu, Ketua Umum Pengda Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) DIJ BPH Kusumo Bimantoro berpesan kepada para atlet selalu memerhatikan protokol kesehatan (prokes). Apalagi, program Pelatnas dimulai di tengah pandemi Covid-19 yang belum mereda. “Dengan sehat kita bisa berolahraga dan berprestasi. Semoga harapan tercapai dan mendapatkan yang terbaik untuk kita semua,” ujarnya. (ard/laz)

Jogja Sport