RADAR JOGJA – Untuk memacu semangat atlet Puslatda, KONI DIJ rutin melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) cabor PON DIJ. Kegiatan Monev itu juga dilakukan untuk mendapatkan data secara detail terkait problem yang kemungkinan dihadapi setiap cabor.

Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto mengatakan, berdasarkan hasil monev performa atlet relatif lebih maju. Dibanding saat awal tahun karena saat ini sudah masuk periode pra kompetisi.

“Hasil monev rata-rata kondisi atlet memang dari aspek fisik belum optimal seperti yang kami harapkan,” ujarnya. Itu lantaran tim Puslatda sendiri praktis berlatih secara normal pada Januari lalu. Ditambah lagi para cabor sulit mendapatkan uji coba karena pandemi Covid-19.

Kendati demikian, secara keseluruhan Djoko Pekik berujar Puslatda berjalan cukup lancar. Dan masih dalam track yang tepat. “Tapi awal tahun sampai saat ini kami mengejar ketertinggalan kemarin. Yang penting perlu ditingkatkan. Jaga mental baik-baik karena rencananya akhir Juni kami ada tes sebelum berangkat ke Papua,” bebernya.

Saat ini, ada 19 cabor / 24 subcabor yang tergabung dalam puslatda PON XX DIJ. Meliputi atletik, balap motor, billiar, bola voli pantai, menembak, panahan, pencak silat, renang artistik, sepatu roda, terbang layang, terjun payung, dan aeromodelling.

Kemudian binaraga, catur, gantolle, judo, kempo, panjat tebing, polo air, rugby, sepatu roda, taekwondo, tarung derajat, wushu, dan renang perairan terbuka. Secara keseluruhan DIJ akan memberangkatkan 195 kontingen. Dengan rincian 141 atlet dan 54 pelatih. (ard/laz)

Jogja Sport