RADAR JOGJA – Hampir sepekan skuad PSS Sleman diliburkan. Meski libur, pemain diwajibkan melakukan individual training. Program latihan pun sudah disiapkan tim pelatih sejak Rabu (28/4).

Manajer PSS Danilo Fernando menjelaskan, program latihan mandiri diberikan agar kondisi pemain tidak menurun. Plus pemain tetap punya kegiatan dirumah, meski intensitas individual training dengan latihan biasa jelas berbeda. “Jangan sampai berhenti total karena saat ini sudah mencapai 70-80 persen kondisi fisik-nya,” kata Danilo Minggu (2/5).

Yang pasti, Danilo berharap para pemain dapat melaksanakan latihan mandiri dengan baik. Eks pemain Persik Kediri itu ingin pemain bertanggung jawab terhadap kondisi masing-masing. Dengan begitu, saat kembali ke Sleman, latihan tidak dimulai dari awal lagi.

Saat ini, mayoritas pemain memilih pulang kampung. Hanya, beberapa pemain asing saja yang stay di Bumi Sembada. Di antaranya Mario Maslac, Aaron Evans, dan Nico Velez. “Fabiano (Beltrame) izin pulang ke Brasil karena dia naturalisasi jadi tidak terganggu untuk izin keluar,” beber mantan pemain Persebaya itu.

Penyerang PSS Dwi Rafi Angga berkomitmen menjaga pola latihan selama libur. Terlebih, pelatih berpesan saat kembali nanti, fisik pemain harus stabil. “Jadi selama dirumah, saya latihan menyesuaikan program. Kalau misalkan hari ini ada strength ya saya ke gym, kalau endurance dan agility saya ambil di lapangan,” papar pemain 24 tahun itu.

Di luar itu, eks PSIM Jogja itu juga berusaha untuk memerhatikan pola makan dan istirahat selama menjalani puasa Ramadan. “Kami dari pemain sendiri harus tahu kalau kami profesional dan harus selalu menjaga makanan,” tambahnya.

Sebelumnya, PSS memutuskan meliburkan pemain usai gelaran Piala Menpora 2021. Skuad Super Elang Jawa -julukan PSS- dijadwalkan kembali melakoni latihan pada 20 Mei mendatang. Atau sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri.
Keputusan meliburkan pemain diambil usai manajemen melakukan rapat internal pada Sabtu (24/4) lalu. Awalnya tim baru akan diliburkan pada 30 April, namun urung dilakukan karena pertimbangan aturan pemerintah soal larangan mudik. “Kami segera ambil tindakan tadinya mikir masih ada latihan sekitar sampai 27 atau 30 April. Tapi ada rasa khawatir disitu takut disela itu pemerintah buat perubahan aturan lagi,” ungkap Danilo. (ard/pra)

Jogja Sport