RADAR JOGJA – Bima Perkasa Jogja (BPJ) harus menerima pil pahit jelang play off Indonesian Basketball League (IBL) 2021. Ya, satu-satunya wakil DIJ di IBL itu baru saja ditinggal banyak elemen tim. Selain fisioterapis dan manajer tim yang mengundurkan diri. Pebasket senior Isman Thoyib juga resmi meninggalkan BPJ, Jumat(30/4).

Perihal mundurnya tiga sosok penting di tim, Presiden klub Edy Wibowo enggan berkomentar banyak. Hanya, Edy menampik jika ketiganya mundur ditengarai masalah internal manajemen. Dia menegaskan hal tersebut tidak benar.

Soal Isman Thoyib, Edy menjelaskan bahwa izin instansi jadi alasan pemilik nomor 34 itu tak lagi bersama tim. Sebab, masa izin kerja Isman berakhir sampai 30 April. Atau sesuai jadwal IBL yang semula dimulai Januari dan final pertengahan April. “Tapi karena diundur Maret jadinya selesai Mei. Semoga ada izin lagi sehingga bisa ikut playoff,” kata Edy,Jumat.

Pelatih BPJ David Singleton juga tidak mau berkomentar soal mundurnya Isman Thoyib dan Eri Ramadhan dari posisi fisioterapis. Begitu juga dengan isu kembali bergabungnya Nuke Tri Saputra dengan Febri Utomo dkk.

Di luar itu, cedera juga masih menghantui tim kebanggaan Kanca Bima itu. Setelah Azzaryan Pradhitya yang masih dalam tahap pemulihan, Ali Mustofa harus dilarikan ke rumah sakit karena cedera kaki. “Saya masih menunggu hasil pemeriksaan dokter. Saya sekarang di RS, cedera setelah latihan. Belum tahu bagaimana hasil screeningnya. Semoga saja tidak apa-apa,” beber Ali.

Saat ini, BPJ masih terus melakukan persiapan jelang menghadapi babak play off. Di fase ini Tifan Eka Pradita cs akan bersua Louvre Dewa United Surabaya pada 23-25 Mei mendatang. (ard/pra)

Jogja Sport