RADAR JOGJA- Meskipun di masa pandemi, Pengurus Daerah Karatedo Nasional (Inkanas) DIJ mengadakan ujian kenaikan tingkat pada hari Minggu (11/4), yang  diikuti oleh 270 peserta dari 21 Dojo di DIJ.

Ketua Harian Pengda Inkanas DIJ Sonny Handoko mengatakan, ujian kenaikan tingkat ini dilakukan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan untuk melawan Covid-19.

Ujian ini belum bisa diikuti oleh seluruh Dojo karena sekolah diliburkan karena pandemi. Ujian kenaikan tingkat ini diikuti mulai sabuk putih sampai dengan coklat.

” Kami terus berupaya untuk memasyarakatkan olahraga karate di sekolah karena membentuk karakter kepribadian yang jujur, sportiv dan menjunjung tinggi etika,” katanya.

Dengan adanya kegiatan olahraga raga yang positif, seperti karate diharapkan bisa meminimalisir kegiatan negatif di kalangan remaja.

Karate tidak mengajarkan kekerasan, tapi menanamkan nilai dan karakter kepribadian sejak dini. Dengan adanya Dojo di sekolah-sekolah di harapkan bisa membantu dalam melawan radikalisme dan klitih.

Sonny mengatakan bahwa dalam karate ada sumpah yang harus dilaksanakan. ” Ini yang menjadi dasar pembentukan karakter yang utama, bukan sekedar mencari prestasi,” terangnya.

Ketua Majelis Sabuk Hitam Pengda Inkanas DIJ, FX Supartono Widodo menjelaskan, bahwa tujuan karate itu bisa mengalahkan diri sendiri. Bukan sekedar tentang hidup mati atau pun bela diri.

Dengan bisa mengalahkan diri sendiri, kita tentunya akan jujur, menjunjung etika, sportivitas dan sopan santun. ” Ini hal yang sangat mendasar, itulah sebabnya Inkanas membuat di Dojo di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Widodo menambahkan, “Dalam ujian ini para pelatih di setiap Dojo mengirimkan video rekaman dan dikirimkan ke pengurus Inkanas DIJ. Video dikirim secara utuh dan tanpa proses editing, dan detail setiap gerakan bisa dilihat. Dan tentunya bisa di ulang oleh tim penguji supaya lebih jelas dan fokus di setiap gerakan,” jelasnya. (obi/sky)

Jogja Sport