RADAR JOGJA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ menyambut menyambut positif pelaksanaan PON XX Papua sesuai jadwal. Kepastian itu disampaikan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Senin (15/3).

Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto mengatakan, kepastian itu sangat penting untuk menjadi panduan mempersiapkan kontingen. “Keputusan itu merupakan tonggak agar para kontingen dari daerah menyiapkan dengan waktu yang tinggal tujuh bulan lagi,” kata Djoko Rabu (17/3).

Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta itu menegaskan, pihaknya akan gerak cepat mempersiapkan segalanya. Melalui penyusunan periodisasi latihan yang dirancang dengan tercapaianya puncak prestasi pada Oktober 2021.

Dikatakan, penyelenggaaraan PON kali ini terasa istimewa karena dihelat di masa pandemi. Sehingga dimasa pandemi ini persiapan yang dilakukan tak hanya sekadar latihan keras untuk mencapai performa tinggi. Namun, juga harus melindungi atlet dari bahaya virus.

“Jadi mohon bisa dipastikan masing-masing daerah yang tentu di support dengan kebijakan pusat bahwa kontingen baik atlet maupun pelatih dan pendukung benar-benar dapat prioritas vaksin,” ujar Djoko.

Sebelumnya, KONI DIJ sudah mengajukan permohonan vaksinasi kepada Dinkes DIJ, Selasa (16/3). Total ada sekitar 270 dosis vaksin yang diajukan. Yang meliputi atlet, pelatih, perangkat, dan tenaga pendukung yang berangkat ke Papua. Termasuk mekanik, administrasi, kontingen, wartawan, dokter, hingga masseur.

Di sisi lain, selain menerapkan prokes ketat, pelaksanaan PON kemungkinan akan digelar tanpa penonton. Karena itu, Djoko meminta para pelatih mempersiapkan kondisi tersebut. Dengan harapan saat berlaga di Papua, para atlet tidak canggung dan mampu meraih prestasi terbaik. “Pelatih harus menyiapkan strategi bagaimana agar para atlet saat bertanding tetap fighting dengan tanpa ada penonton, nanti perlu disiapkan latihan secara psikologi juga,” pesannya. (ard/bah)

Jogja Sport