RADAR JOGJA – Sudah setahun pandemi virus korona ada di DIJ. Selama itu pula banyak perubahan yang dirasakan masyarakat, termasuk para atlet. Ini karena selama pandemi kompetisi olahraga sempat terhenti.

HERY KURNIAWAN, Jogja, Radar Jogja

Belakangan beberapa kompetisi olahraga di Tanah Air mulai bisa bergulir lagi. Indonesia Basketball League (IBL) menjadi yang pertama. Kemudian disusul cabang olahraga lain seperti sepak bola. Cabang olahraga ini mulai digulirkan pekan depan dengan dimulainya ajang pra musim Piala Menpora 2021.

Namun, selama satu tahun terakhir para atlet sepak bola banyak yang kehilangan pekerjaan mereka. Muhammad Dwi Rafi Angga misalnya. Selama satu tahun itu pula pemain asal Sumatera Utara eks pemain PSIM Jogja ini mengaku pulang kampung di Medan.

Angga mengaku selama di Medan ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga. Ia mengisi waktu luang yang ada dengan menjaga kondisi fisiknya. Ia memang sempat berbisnis kopi. “Ya, kemarin sempat usaha kopi gitu,” ujar Angga kepada Radar Jogja Minggu (14/3).

Pandemi tidak melulu buruk bagi Angga. Pemain berusia 23 tahun itu bisa menyelesaikan kuliahnya yang sudah terbengkalai selama beberapa tahun akibat kesibukannya di dunia sepak bola. “Alhamdulillah saya bisa lulus dapat gelar sarjana manajemen. Dibantu sama tunangan saya juga sih,” ujarnya sembari tertawa.

Rafi Angga sendiri mengalami peningkatan karier yang cukup membanggakan. Pemain yang berposisi sebagai penyerang tengah itu baru saja dikontrak tim Liga 1, PSS Sleman. Ia akan menjadi salah satu juru gedor PSS mulai musim ini.
Pemain yang sempat membela Bogor FC itu pun punya harapan khusus menghadapi kompetisi tahun 2021 ini. Terutama terkait tim yang ia bela saat ini, PSS Sleman. “Untuk tahun ini semoga bisa lebih berprestasi dan membatu PSS. Saya juga berharap bisa menampilkan permainan terbaik,” harapnya.

Sementara itu, Risman Maidullah juga mengaku tidak bisa berbuat banyak selama pandemi virus korona. Pada awal tahun 2020 lalu, ia kembali bergabung dengan PSIM Jogja dan sudah tampil dalam satu laga di ajang Liga 2 2020.
Namun, laga melawan Sriwijaya FC itu menjadi laga pertama dan terakhir PSIM di musim itu. Pasalnya, beberapa hari setelahnya kompetisi Liga 2 di Indonesia dihentikan untuk sementara waktu.

Selama kompetisi berhenti, Risman mengaku tak banyak melakukan sesuatu. Ia hanya menjaga kondisi fisiknya saja selama libur kompetisi. “Paling cuma bantu-bantu usaha orang tua,” kata Risman.

Ia juga punya harapan yang sama dengan Angga dan atlet lainnya. Pandemi bisa dikendalikan dan kompetisi sepak bola bisa kembali dimulai. Apalagi, sejauh ini baru Liga 1 yang sudah menemui titik terang kapan digelar. Sementara Liga 2 dan 3 belum jelas. “Semoga bisa segara bermain lagi. Sudah sangat rindu,” harap sosok pemuda asal Maluku ini. (laz)

Jogja Sport