RADAR JOGJA – Menghadapi musim 2021 PSIM Jogja dipastikan tak diperkuat beberapa pilar musim lalu. Ya, sejumlah nama resmi hengkang dari klub berjuluk Laskar Mataram itu. Salah satunya pemain senior yang cukup lama membela PSIM, Raymond Ivantonius Tauntu.

Raymond mengaku meninggalkan PSIM karena kontraknya tak diperpanjang Laskar Mataram. Gelandang asal Makassar, Sulawesi Selatan itu tak masuk dalam skema pelatih musim ini. Meski berat, Raymond mencoba legawa. ”Saya sudah bertemu dengan manajemen dan ya keputusannya seperti itu,” ujar Raymond, kemarin (5/3).

Pemain yang sudah enam musim berseragam PSIM itu menuturkan belum ada tawaran yang datang dari klub lain. Artinya saat ini dirinya berstatus tanpa klub. “Belum terpikir untuk main di klub mana musim depan. Sekarang saya fokus mendampingi istri yang sedang mengandung,” bebernya.

Seperti diketahui, sebelumnya tim kebanggaan warga Jogja itu sudah membubarkan tim pada Januari lalu. Pembubaran tersebut dilakukan karena sampai saat ini tidak ada kepastian kapan kompetisi digulirkan. Karena sudah tak terikat kontrak, pemain dibebaskan jika ingin pergi ke klub lain.

Selain Raymond, pemain lain yang dilepas yakni Risman Maidullah, Slamet Budiono, Crah Eka Angger, Dwi Raffi Angga, Ivan Febrianto, Eeng Supriyadi, dan Tegar Pangestu.

Sementara itu, soal banyaknya pemain yang hengkang, pelatih PSIM Seto Nurdiyantara enggan berkomentar banyak. Seto mengatakan saat ini tim pelatih masih terus berkomunikasi dengan manajemen terkait komposisi pemain musim 2021. ”Saya belum bisa pastikan cuma pasti ada pemain-pemain yang kami pertahankan sambil melihat bagaimana nanti. Ini masih terus berkoordinasi dengan staf pelatih,” kata Seto.

Yang pasti, pelatih berlisensi AFC Pro itu menegaskan, musim ini PSIM akan dihiasi sejumlah wajah baru. Hanya, lanjut Seto, pihaknya tetap masih menunggu perkembangan ke depan sebelum melangkah lebih jauh. Apalagi, hingga kini belum ada kepastian kompetisi Liga. (ard/bah)

Jogja Sport