RADAR JOGJA – Masuknya Miswar Saputra dan Adi Satryo membuat persaingan di bawah mistar gawang PSS Sleman semakin ketat. Sebelumnya, nama Ega Rizky Pramana selalu menjadi pilihan utama di benteng pertahanan terakhir skuad Super Elja –julukan PSS Sleman.

Baik Miswar dan Adi merupakan pemain yang sama-sama jadi pilihan utama pelatih di klub lamanya. Sebelum bergabung ke PSS, Miswar memperkuat PSM Makassar. Sedangkan, Adi Satryo adalah penjaga gawang andalan Shin Tae-yong di timnas U-19 yang sebelumnya membela PSMS Medan.

Kehadiran keduanya menjadi warning bagi Ega. Ya, sejak didatangkan musim 2018 lalu, bisa dibilang posisi Ega nyaris tak tergantikan. Kiper 176 cm itu tampil dalam 33 pertandingan di semua kompetisi. Ega juga turut mengantarkan tim kebanggaan Slemania dan BCS itu promosi ke Liga 1 pada 2018 silam.

Datangnya dua kiper anyar tersebut direspons positif oleh Ega. Bagi kiper 28 tahun itu, hadirnya mereka bukan merupakan sebuah ancaman. Tapi justru sebagai pelecut semangat untuk bisa tampil lebih baik. ”Saya tambah enjoy, ini momen yang saya tunggu-tunggu dari tahun sebelumnya. Yang jelas, saya jadi bisa lebih fokus lagi kerja keras dan semangat setiap sesi latihan,” kata Ega saat dihubungi Radar Jogja, Rabu (3/3).

Begitu pun soal persaingan, Ega menanggapinya dengan santai. Kiper kelahiran 23 Agustus 1992 itu tak mau ambil pusing. Malahan, bapak satu anak itu tak menganggap hal tersebut sebagai persaingan. “Teman-teman baru yang top dan kalau masalah persaingan saya rasa tidak bersaing dengan mereka malah saya justru pingin belajar dari mereka. Saya pikir mereka juga bakal belajar dari saya,” ujarnya.

Yang pasti, kiper asal Banyumas, Jawa tengah itu mengaku senang dengan kehadiran rekan barunya di PSS. Bahkan, Ega sudah tak sabar untuk berlatih dan berbagi ilmu dengan mereka. “Intinya kami sama-sama belajar buat jadi lebih baik lagi untuk diri kita, untuk tim agar bisa tampilkan yang terbaik buat PSS,” tandasnya.

Saat ini, PSS punya empat penjaga gawang. Selain Ega Rizky, Miswar, dan Adi. Adapula Dimas Fani Firmansyah yang merupakan jebolan akademi tim. (ard/bah)

Jogja Sport